Naskah Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Memanfaatkan Waktu di Akhir Ramadan
Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026 Bertemakan Memanfaatkan Waktu di Akhir Ramadan
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dedy Herdiana
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
Artinya: Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata, 'Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan [dan kebiasaan ini berlanjut hingga] beliau wafat. Lalu istri-istri beliau beritikaf setelah beliau wafat (HR. Bukhari).
Kebiasaan Rasulullah SAW yang demikian juga merupakan bentuk upaya dan usaha beliau dalam menghidupkan hari-hari terakhir di malam bulan Ramadhan. Tingkat upaya dalam menghidupkan malam ala Rasulullah saw kian menuju akhir Ramadhan kian tinggi semangatnya dalam beribadah.
Disebutkan dalam sebuah hadits:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.
Artinya: Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya (HR. Muslim).
Al-Munawi dalam Faydhul Qadir menjelaskan perihal upaya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada sepuluh hari terakhir bukan sekadar bangun malam saja, akan tetapi mengisinya dengan ibadah yang lebih giat daripada malam-malam lainnya (Al-Munawi, Faydhul Qadir, [Mesir: al-Maktabah at-Tijjariyyah, 1356], jilid V, halaman 203).
Selain itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak hanya beribadah sendirian, akan tetapi beliau mengajak keluarganya untuk menghidupan malam-malam terakhir di bulan Ramadan. Keterangan ini sebagaimana disampaikan oleh Zainab binti Salamah, istri Rasulullah:
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَقِيَ مِنْ رَمَضَانَ عَشْرَةُ أَيَّامٍ يَدَعُ أَحَدًا مِنْ أَهْلِهِ يُطِيقُ الْقِيَامَ إِلَّا أَقَامَهُ
Artinya: Nabi Muhammad saw, ketika 10 hari terakhir bulan Ramadhan tiba, beliau tidak pernah membiarkan anggota keluarganya yang mampu untuk melakukan shalat malam (qiyamul lail) untuk meninggalkannya. Beliau selalu mengajak mereka untuk bangun dan shalat (Riwayat yang disampaikan oleh Zainab binti Salamah, dikutip oleh Ibnu hajar al-'Asqallani dalam Fathul Bari).
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Hal Penting yang Dilakukan di Siang Ramadan
Jamaah Salat Jumat yang dirahmati Allah.
Selain menghidupkan malam-malam hari di sisa bulan suci Ramadan, kita juga dapat melengkapi ibadah-ibadah individual kita seperti shalat, puasa dan i'tikaf dengan ibadah-ibadah sosial. Bulan Ramadan menjadi momen penting bagi kita untuk berbuat baik kepada orang-orang di sekitar kita semua.
Berbuat baik di bulan Ramadan dapat diimplementasikan salah satunya dengan berbagi dan bersedekah, khususnya kepada mereka yang membutuhkan. Tentunya sedekah-sedekah di sini bukanlah zakat, sebab zakat sudah menjadi kewajiban bagi yang mampu melakukannya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ
Naskah Khutbah Jumat
khutbah Jumat
Salat Jumat
Memanfaatkan Waktu di Akhir Ramadan
Sayyidul Ayyam
Teks Khutbah Jumat
| Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Renungan di Sisa Jumat Terakhir Ramadan 2026 |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Ramadan Bulan Istimewa untuk Berzakat |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Hal Penting yang Dilakukan di Siang Ramadan |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 23 Ramadan 1447 H/13 Maret 2026: Malam Terakhir Ramadan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/khutbah-jumat-di-masjid-agung-trans-studio-bandung-3.jpg)