Minggu, 19 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Ramadan Penetralisir Noda Jiwa

Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 6 Maret 2026 Bertemakan tentang Ramadan Penetralisir Noda Jiwa

Tribunpriangan.com/Dedy Herdiana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Sejumlah jamaah saat mendengar khutbah Jumat di Masjid Agung Trans Studio Bandung, Jumat (21/2/2025). Berikut Naskah Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Ramadan Penetralisir Noda Jiwa 

Ringkasan Berita:
  • Ramadan merupakan momentum emas sebagai penetralisir noda jiwa (tazkiyatun nafs) dan bengkel hati untuk menyucikan batin dari penyakit hati seperti iri, dendam, ria, dan sombong.
  • Melalui ibadah puasa, umat Islam dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu dan membersihkan hati dari noda dosa yang timbul selama sebelas bulan sebelumnya.
  • Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Ramadan merupakan momentum emas sebagai penetralisir noda jiwa (tazkiyatun nafs) dan bengkel hati untuk menyucikan batin dari penyakit hati seperti iri, dendam, ria, dan sombong.

Melalui ibadah puasa, umat Islam dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu dan membersihkan hati dari noda dosa yang timbul selama sebelas bulan sebelumnya.

Berbicara perihal Jumat esok hari, tepatnya di hari Jumat tanggal 6 Maret 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat esok hari, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber 6 Maret 2026 bertemakan "Ramadan Penetralisir Noda Jiwa".

Baca juga: Teks Khutbah Jumat 16 Ramadan 1447 H/6 Maret 2026: Pebanyak Taubat di Bulan Penuh Rahmat

Khutbah 1

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم}، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

 

Maasyiral muslimin rakhimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dengan melakukan semua kewajiban dan meninggalkan seluruh yang diharamkan.

Shalawat dan salam semoga tercurah pada Nabi akhir zaman, suri tauladan kita, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang akan terus meningkatkan komitmen kita untuk taat menjalankan perintah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan Rasul-Nya serta menjauhi segenap larangan-larangannya.

Baca juga: Teks Khutbah Jumat 16 Ramadan 1447 H/6 Maret 2026:5 Doa Rasulullah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Maasyiral muslimin rakhimakumullah,

Bersyukur, alhamdulillah, kita dapat kembali menjumpai Ramadhan, bulan yang sangat istimewa dan sarat keutamaan. Ramadan, bulan yang memang sangat ditunggu kedatangannya karena kemuliaannya yang sangat besar. Kita bisa melihat dengan ragam pandangan terhadap bulan Ramadan berdasarkan dengan keistimewaan dan kemuliaannya itu.

Kita dapat melihat sekaligus memaknai bulan Ramadan sebagai bulan peleburan dosa. Kita juga bisa memandang bulan Ramadan sebagai kesempatan meraih pahala yang berlipat dan rahmat Allah swt. Selain itu, kita bisa mengartikan Ramadan sebagai upaya dalam meningkatkan kesalehan sosial dan memacu kedermawanan kepada sesama, dan banyak lagi cara pandang yang bisa dipakai untuk melihat keistimewaan-keistimewaan yang ada pada bulan Ramadan.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 16 Ramadan 1447 H/6 Maret 2026: Kiat Memperoleh Keutamaan Lailatul Qadar

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved