Ramadan 2026
Naskah Kultum Singkat 5 Ramadan 1447/2026: Jika Orang Mati Bisa Hidup Lagi
Berikut Ini Dia Naskah Kultum Singkat 5 Ramadan 1447/2026 Bertemakan Jika Orang Mati Bisa Hidup Lagi
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Salah satu amalan penambah iman di bulan adalah mendengar kultum dari penceramah
- Contoh kultum singkat untuk 6 Ramadan 1447 H/2026
TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, dalam menyalani puasa Ramadan ini mari kita pun juga mendalami ilmu agama.
Salah satu amalan penambah iman di bulan Ramadhan adalah mendengar kultum dari penceramah.
Kultum adalah akronim dari kuliah tujuh menit yang berisi pesan atau nasihat kebaikan kepada sesama muslim di depan umum.
Kultum adalah akronim dari kuliah tujuh menit yang berisi pesan atau nasihat kebaikan kepada sesama muslim di depan umum.
Kultum biasanya disampaikan oleh pendakwah, ustaz, tokoh atau para bapak yang memiliki tanggung jawab untuk mengisi sesi tersebut.
Nah, di bulan Ramadan, kultum biasanya mudah ditemui dan disampaiakan sebelum buka puasa, sebelum salat tarawih atau sesudah subuh.
Maka dari itu, berikut ini dia contoh kultum untuk 6 Ramadan 1447 H/2026.
Baca juga: Jadwal Imsak, Buka Puasa dan Salat untuk Kabupaten Sumedang 5 Ramadan 1447 H/23 Februari 2026
Baca juga: Naskah Kultum 5 Ramadan 1447 H: Tingkatkan Iman dengan Berpuasa Mata
Judul: Jika Orang Mati Bisa Hidup Lagi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hadirin,
Semua orang memiliki angan-angan berupa hal-hal yang dapat membahagiakan hatinya. Seorang yang miskin berangan ingin hidup kaya, seorang yang sakit berangan ingin hidup sehat, seorang yang lumpuh berangan ingin berjalan dengan kedua kakinya seperti sebelumnya dan lain sebagainya.
Intinya, semua yang hidup di dunia ini akan berusaha dan bersemangat untuk mencapai apa yang selama ini menjadi angan-angan mereka.
Bahkan sebagian manusia, angan-angannya nampak tak berujung. Ketika satu angannya telah tercapai, ia akan berangan untuk mencapai yang lebih dari itu. Setelah tecapai, kembali berangan-angan yang lebih dari sebelumnya. Begitu seterusnya. Inilah tabiat manusia, tabiat yang tidak pernah merasa cukup.
Rasulullah SAW menggambarkan tabiat tersebut dalam sabdanya, “Jika seandainya anak cucu Adam memiliki satu lembah berisi emas, dia akan menginginkan untuk memiliki dua lembah yang berisi emas, padahal tidak akan pernah ada yang dapat memenuhi rongga mulutnya kecuali tanah (kematian), dan Allah mengampuni orang-orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/ilustrasi-khutbah-Jumat-ya-gais.jpg)