Jumat, 1 Mei 2026

Ramadhan 2026

Naskah Ceramah Tarawih 6 Ramadan 1447 H/ 2026: Ikhtiar dengan Berpuasa Mulut selama Ramadan

Berikut ini terdapat: Naskah Ceramah Tarawih 6 Ramadan 1447 H/ 2026: Ikhtiar dengan Berpuasa Mulut selama Ramadan

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com
TEKS CERAMAH TERBARU - Naskah Ceramah Tarawih 6 Ramadan 1447 H/ 2026: Ikhtiar dengan Berpuasa Mulut selama Ramadan. (Kolase TribunPriangan) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Seluruh amal sekecil apapun di bulan pengampunan Ramadan, tentu akan diterima bahkan dilipatgandakan pahalanya hingga beratus-ratus kali lipat, jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Sebab Puasa sendiri menjadi ibadah yang tak bisa tertandingi dengan pahala ibadah lain.

Dimana dalam sebuah hadist yang diriwayatkan RasuluLlah, dalam hadist yang shahih diriwayatkan oleh Bukhari Muslim:

"Seluruh amal ibadah bani Adam adalah miliknya, dan setiap kebaikan akan dibalas 10x lipat hingga 700x lipat. kecuali ibadah puasa, ia adalah milik Allah dan akan langsung dibalas. Sebabnya pahala yang banyak dari seseorang yang telah menahan diri dari syahwat makanan dan minuman karena Allah semata. ada 2 kegembiraan saat seseorang yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka, saat bertemu dengan Allah". 

Adapun, banyak amalan atau ibadah yang bisa dikerjakan dibulan baik ini, salah satunya adalah dengan mendengarkan kultum atau ceramah.

Untuk mempermudah, berikut ini terdapat satu topik yang telah dirangkum sesuai dengan tema di bulan Ramadan 2026 ini, yakni dengan judul "Ikhtiar dengan Berpuasa Mulut selama Ramadan".

Baca juga: Naskah Kultum Singkat 3 Ramadan 1447/2026: Menggapai Derajat Takwa dari Ibadah Puasa

"Ikhtiar dengan Berpuasa Mulut selama Ramadan"

Jamaah yang dimuliakan Allah

Orang yang berpuasa tidak hanya sekedar menahan dirinya dari lapar dan dahaga, namun ia juga harus menjaga seluruh tubuhnya dari perbuatan dosa. Di antara anggota tubuh yang harus dijaga dan diajak berpuasa adalah lisan dan mulut kita.

Mulut sendiri adalah jalan kebaikan dan juga jalan keburukan. Apabila orang mampu menjaga mulutnya dari menyakiti orang lain dan digunakan untuk kebaikan, maka mulut akan mengantarkan kepada keselamatan di dunia maupun di akhirat. 

Namun sebaliknya, apabila mulut diumbar untuk menyakiti orang dan berbuat berbagai kemungkaran, maka mulut akan menjerumuskan kepada kehancuran serta kehinaan dunia dan akhirat. 

Suatu ketika, Rasulullah memberikan wasiat kepada Mu'adz untuk menjaga mulutnya. Mu'adz kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami akan disiksa karena ucapan kami?" Rasulullah menjawab, "Celaka ibumu, hai Mu'adz, manusia tidaklah ditelungkupkan di atas wajah mereka ke dalam api neraka kecuali karena hasil panenan lidah mereka." (HR. Ahmad).

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda, "Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga." (HR. al-Bukhari). 

Baca juga: Naskah Singkat Kultum Tarawih Ke-3 Ramadan 1447 H/ 2026: Mencapai Tingkat Ketakwaan di Bulan Ramadan

Yang dimaksud dengan apa yang ada di antara dua janggutnya adalah mulut, sedangkan apa yang ada di antara kedua kakinya adalah kemaluan.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia,

Kemampuan seseorang dalam menjaga mulutnya menunjukkan ketinggian budi pekertinya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa, ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah, "Siapakah orang muslim yang paling baik?" Beliau menjawab, "Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya." Oleh karena itu, kesadaran para salafus saleh tentang pentingnya puasa mulut ini, menjadikan mereka sangat hati-hati dalam berbicara.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved