Senin, 1 Juni 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Mengobati Hati dari Penyakit Riya

Berikut ini terdapat info tentang, Naskah Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Mengobati Hati dari Penyakit Riya

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Tribun Priangan/Aldi M Perdana
KHTUBAH JUMAT TERBARU - Naskah Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Mengobati Hati dari Penyakit Riya. (foto: Polres Tasikmalaya melaksanakan salat gaib untuk korban terdampak gempa bumi Cianjur di masjid At-Taqwa Mapolres Tasikmalaya pada Jumat (25/11/2022). 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Setiap manusia dibekali objek tertentu untuk menjalani tugasnya di dunia, denga fungsi berbeda-beda dan saling terhubung satu sama lain.

Objek penting tersebut selalu tertuju untuk mengarahkan seorang muslim dalam menjalani hidup sesuai dengan arah dan jalan yang baik, termasuk dua inti penting bagian tubuh yakni Pikiran dan Hati.

Jika pikiran sejatinya berisi penalaran sering disebut juga dengan Akal yang diberi berjuta fasilitas oelh Allah untuk manusia berfikir dan bertindak sesuai aturan dan perintah agama.

Namun berbeda dengan hati yang terhubung langsung dengan sang pencipta dari berbagai lini, juga menjadi titik utama dari hasil perbuatan yang bijak maupun maksiat.

Ya, hati atau yang biasa dikenal dengan Qolbu perlu untuk dijaga dan terus dibersihkan dari berbagai pengaruh buruk dalam kehidupan yang bisa berakibat fatal dalam kehidupan seorang musli.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat: Persiapan Kebersihan Hati Sambut Ramadan 2026

Untuk itu, penting rasanya untuk terus diingatkan mengenai berbagai penyakit hati yang kerap tidak disadari berdiam diri dalam hati seorang muslim, termasuk sifat Riya.

Kali ini TribunPriangan ingin mengulas topik penting ini dalam penyampaian Khutbah Jumat sebagai pengingat bagi setiap muslim akan bahayanya penyakit hati yakni Riya.

Khutbah I

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِِيمًا

Jamaah sekalian yang dirahmati Allah,

Takwa adalah kata yang ringan untuk diucapkan, akan tetapi berat dalam timbangan amal perbuatan. Takwa tempatnya adalah hati. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk ke dadanya tiga kali dan mengatakan:

 اَلتَّقْوَى هَا هُنَا، اَلتَّقْوَى هَا هُنَا (رَوَاهُ أَحْمَدُ فِي مُسْنَدِهِ) ـ

Artinya: “Takwa ada di sini, takwa ada di sini” (HR Ahmad dalam Musnad-nya).

Jadi, hati adalah pemimpin anggota badan. Jika hati baik, maka seluruh anggota badan akan baik sehingga orang menjadi bertakwa. Sebaliknya jika hati rusak, maka anggota badan menjadi rusak sehingga orang menjadi pelaku maksiat.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 6 Februari 2025: Syaban di Ruang Tamu, Ramadan di Depan Pintu

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved