Kamis, 14 Mei 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Singkat Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Berdakwahlah dengan Kata yang Bijak

Berikut Ini Dia Naskah Singkat Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Berdakwahlah dengan Kata yang Bijak

Tayang:
Tribunpontianak.co.id
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Naskah Singkat Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Berdakwahlah dengan Kata yang Bijak 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, berdakwah dengan kata yang bijak berarti mengajak pada kebaikan dengan cara yang lembut, cerdas, dan penuh hikmah, mencontoh Rasulullah SAW, menggunakan bahasa yang sopan dan tidak kasar, serta memperhatikan kondisi mad'u (yang diajak) agar pesan diterima dengan hati lapang, bukan menimbulkan permusuhan, dengan mengedepankan kelembutan, kesabaran, dan keteladanan nyata, sesuai tuntunan Al-Qur'an seperti QS. An-Nahl: 125.

Berbicara perihal Jumat lusa nanti, tepatnya di hari Jumat tanggal 23 Januari 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat lusa nanti, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber 23 Januari 2026 bertemakan "Berdakwahlah dengan Kata yang Bijak".

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Bergembiralah Menyambut Datangnya Syahrul Ramadhan

Khutbah 1

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 23 Januari 2025: 5 Keadaan yang Harus Dimiliki Muslimin Sebelum Masuk Ramadhan

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama merenungkan sebuah tema penting dalam Islam, yaitu dakwah bil ihsan wal mauidhah hasanah, atau dakwah dengan cara yang baik, bijaksana, dan penuh keteladanan. Dakwah adalah tugas mulia yang diemban oleh seluruh umat Islam, tidak hanya oleh ulama atau para dai, tetapi juga oleh setiap Muslim sesuai dengan kapasitasnya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, dalam surah An-Nahl ayat 125:

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ  

Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (kebijaksanaan) dan pelajaran yang baik, serta bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125).

Ayat ini memberikan petunjuk kepada kita tentang bagaimana seharusnya kita berdakwah. Ada tiga prinsip utama dalam dakwah yang terkandung dalam ayat tersebut: hikmah (kebijaksanaan), mauidhah hasanah (nasihat yang baik), dan jadilhum billati hiya ahsan (berdebat dengan cara yang lebih baik).

Pertama, dakwah dengan Hikmah (Bijaksana). Hikmah berarti kebijaksanaan. Dalam berdakwah, kita dituntut untuk bersikap bijaksana. Hal ini berarti kita harus mampu menyesuaikan pesan dakwah dengan kondisi, situasi, dan kemampuan orang yang kita dakwahi. Tidak semua orang bisa menerima dakwah dengan cara yang sama. Sebagian orang mungkin memerlukan pendekatan yang lembut, sebagian lagi memerlukan bukti-bukti yang rasional. Seorang dai yang bijaksana adalah yang mampu memahami siapa yang dihadapi dan bagaimana cara terbaik menyampaikan kebenaran kepada mereka.

Nabi Muhammad saw adalah contoh terbaik dalam berdakwah dengan hikmah. Beliau selalu mempertimbangkan situasi dan kondisi orang yang dihadapinya. Ketika berhadapan dengan seorang badui yang datang ke masjid dan buang air kecil di dalamnya, Nabi tidak memarahinya dengan keras. Beliau menegur dengan lemah lembut dan memberikan pemahaman bahwa masjid adalah tempat yang suci. Sikap lembut Nabi ini membuat si badui merasa dihormati, sehingga ia menerima nasihat Nabi dengan hati terbuka.

“Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan.” (QS. Al-Ahzab: 45).

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved