Rabu, 29 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 5 September 2025: Moralitas dalam Maulid Nabi Muhammad SAW

Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 5 September 2025: Moralitas dalam Maulid Nabi Muhammad SAW

Tayang:
TribunPriangan.com/Dedy Herdiana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Sejumlah jamaah usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Syahidan, Balekota Tasikmalaya, Jumat (31/1/2025). Berikut Naskah Khutbah Jumat 5 September 2025: Moralitas dalam Maulid Nabi Muhammad SAW 

Jama'ah Jum'at yang berbahagia,

Ada banyak contoh yang dapat kita tiru dari Rasulullah SAW. Jika Al-Qur'an diibaratkan mutiara yang memantulkan beraneka ragam warna cahaya, demikian pula dengan Nabi SAW. Kita bisa memetik hikmah apa saja yang terdapat dalam diri beliau. Terutama perihal akhlak dan budi pekertinya. Allah SWT berfirman.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا.

Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah." (QS: al-Ahdzab ayat 21)

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

وأنك لعلى خلق عظيم

Artinya: "Dan sesungguhnya, kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung (QS. Al-Qalam 68: 4)."

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa dalam diri Nabi tertanam akhlak yang mulia. Keelokan perangainya itu tidak hanya diakui kalangan Islam saja, non-muslim pun memuji akan akhlaknya tersebut. Tak heran di usia belia rasul dijuluki dengan gelar al-Amin, dan kejujurannya tersohor ke seantero dunia. Kebaikan akhlaknya itu digambarkan Imam al-Bushiri dalam gubahan syairnya:

"Alangkah agungnya Rasul yang selalu dihiasi oleh budi pekerti yang sangat mulia itu. Kepribadiannya selalu diselimuti kebaikan. Wajahnya selalu dihiasi oleh senyum keramahan yang menawan. Dia lemah lemah lembut ibarat bunga, mengundang pesona ibarat bulan purnama, luas kedermawanannya ibarat samudera, dan sangat pasti cita-citanya ibarat perjalanan masa."

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Agustus 2025: 6 Tanda Diterimanya Taubat Seorang Pendosa

Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Misi utama diutusnya Nabi SAW ke permukaan bumi ini adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Syeikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul kaifa nata'amal ma'a al-Qur`an, menyebutkan salah satu tujuan dari syariat Islam adalah untuk menyucikan hati manusia dan meluruskan akhlak. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah disampaikan bahwa Nabi bersabda:

إِنما بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ

Artinya: "Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus hanyalah untuk menyempurnakan (memperbaiki) akhlak manusia." (HR: al-Baihaqi)

Dengan modal akhlak yang mulia itu pula Islam menyebar dalam tempo yang sangat singkat di Jazirah Arab. Praktik kehidupan Nabi, baik di Mekah ataupun Madinah, memberi gambaran kepada kita bahwa peranan akhlak dalam kehidupan ini sangatlah urgen. Penerimaan masyarakat terhadap kebenaran yang disampaikan sangat berkaitan dengan moral si penuturnya. Kebenaran akan meresap cepat ke dalam hati sanubari apabila disampaikan dengan cara-cara yang santun seperti yang dicontohkan Nabi SAW.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Agustus 2025: 6 Tanda Diterimanya Taubat Seorang Pendosa

Hadirin yang berbahagia

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved