Maulid Nabi 2025

Naskah Ceramah Maulid Nabi 2025, Berbagai Tema Menarik

berikut 5 naskah pidato ceramah Maulid Nabi 2025 dengan berbagai tema yang bisa dijadikan inspirasi dalam perlombaan dan kegiatan keagamaan.

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Dok: Tribunnews.com
CERAMAH MAULID 2025 - 5 Naskah Pidato Ceramah Maulid Nabi 2025, Berbagai Tema yang Mudah Dihafalkan dan Berkesan. Ilustrasi perayaan Maulid Nabi 2025. 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momen penuh makna bagi umat Islam, yang identik dengan berbagai kegiatan berbau agama.

Salah satu kegiatan yang sering dihadirkan dalam peringatan Maulid Nabi adalah penyampaian pidato yang memuat nilai-nilai keteladanan, perjuangan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW. 

Pidato sebaiknya disusun dengan bahasa sederhana dan isi yang terstruktur agar mudah dipahami semua kalangan.

Agar lebih mudah dipahami sekaligus dihafalkan, berikut 5 naskah pidato ceramah Maulid Nabi 2025 dengan berbagai tema menarik yang bisa dijadikan inspirasi dalam perlombaan maupun kegiatan keagamaan.

5 Naskah Pidato Maulid Terbaru

1. Makna Kelahiran di Tahun Fiil (Gajah)

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

Jamaah, mengapa thun kelahiran Nabi disebut tahun Fiil?

Baca juga: 5 Naskah Pidato Singkat Maulid Nabi 2025 dengan Berbagai Tema tentang Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Karena pada saat itu, ketika Rasulullah SAW dilahirkan oleh Ibunya, Aminah, ada rombongan tentara gajah yang ingin menghancurkan Mekkah, yang ingin memindahkan Ka'bah ke Negeri mereka. Maka Allah SWT menghalangi mereka dengan dilemparkannya batu-batu ke Bumi seperti hujan batu. Dari situlah disebut tahun gajah.

Ada seseorang bertanya:
"Ustadzah, kata Ibu saya, ketika ibu saya melahirkan saya di rumah, dengan dibantu oleh dukun beranak, ada rombongan semut yang menyerang kue di atas meja. Nah, berarti saya dilahirkan pada tahun semut dong, ustadzah?"

Ya memang rombongan, tapi itu tidak ada kaitannya dengan mengganggu Agama Allah. Benar tidak apa benar?

Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke Bumi tidak hanya ingin menikmati hidup di dunia saja.

Rasul Berbicara kepada istrinya:
"Wahai Khodijah istriku, saya di dunia ini cuma pengen jalan-jalan aja, mengelilingi Mekkah sampai ke Madinah pake onta. Jangan lupa perbekalan buat makan siangnya. Nasi goreng kurma plus jus zam-zam saus kacang Arab"

Bukan seperti itu keinginan beliau ke bumi ini. Tetapi beliau membawa misi yang sangat agung. Misi yang dititipkan oleh Allah kepadanya.

Beliau dilahirkan atas rencana Allah SWT untuk berdakwah kepada umat-Nya yang pada waktu itu masih di area kejahiliyaan. Beliau berkorban lahir dan batin tanpa mengharap imbalan. Beliau hanya ingin menggiring umatnya dari kegelapan menuju terang benderang.

Pernahkah kita memikirkan jika dulu Rasulullah SAW tidak berdakwah, hanya diam dan membiarkan umatnya berkecimpung di dunia kebodohan, sehingga sampai pada saat sekarang ini kebodohan itu masih ditunaikan oleh kita sendiri?

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved