Tafsir dan Terjemahan Ayat Al Quran

Tafsir dan Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah Ayat 251-260: Kisah Kaum Luth dan Keududukan Para Nabi

Tafsir dan Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah Ayat 251-260: Kisah Kaum Luth, Ayat Kursi, dan Keududukan Para Nabi

Tribun Jabar
TAFSIR dan TERJEMAHAN - Tafsir dan Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah Ayat 251-260: Kisah Kaum Luth dan Keududukan Para Nabi. Ilustrasi Membaca Al-Quran. (Kompas.com) 

Allah mengisahkan kemenangan kaum Thalut atas pasukan Jalut. Menurut riwayat, saat itulah Nabi Dawud a.s. yang masih muda berhasil membunuh Jalut dengan izin Allah. Ayat ini turun untuk menegaskan bahwa kemenangan bukan karena jumlah dan kekuatan, melainkan karena pertolongan Allah.

  • Ayat 252 dan 253 

Menjelaskan tentang kedudukan para nabi, bahwa sebagian diberi keutamaan lebih daripada yang lain. Sebab turunnya ayat ini adalah karena perdebatan sebagian kaum Muslim dengan Ahlul Kitab yang sering membandingkan para nabi. Allah menegaskan bahwa semuanya adalah rasul pilihan, tetapi keutamaannya berbeda sesuai kehendak-Nya.

  • Ayat 254 

Turun berkenaan dengan ajakan berinfak sebelum datang hari yang tidak ada lagi manfaat harta. Ibn Abbas meriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan untuk menegur kaum Muslimin yang masih enggan menginfakkan hartanya di jalan Allah pada masa perjuangan Islam awal.

  • Ayat 255

Yang dikenal sebagai Ayat Kursi, turun sebagai penjelasan tentang kebesaran Allah, sifat-Nya yang Maha Hidup dan terus-menerus mengatur alam semesta. Menurut hadis riwayat Ubay bin Ka‘ab, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ayat ini adalah ayat yang paling agung, dan turunnya untuk memperkuat keimanan kaum Muslim terhadap tauhid serta menjauhkan mereka dari syirik.

  • Ayat 256

Tentang “laa ikraaha fid-diin” (tidak ada paksaan dalam agama), menurut riwayat dari Ibnu Abbas, turun terkait seorang sahabat Anshar dari Bani Salim bin Auf. Ia memiliki dua anak yang memeluk agama Nasrani, lalu ia ingin memaksa mereka masuk Islam. Rasulullah ﷺ melarang dan turunlah ayat ini, menegaskan bahwa agama harus dipilih dengan kerelaan hati.

  • Ayat 257

Menjelaskan Allah sebagai pelindung orang beriman. Ayat ini turun untuk meneguhkan kaum Muslimin yang saat itu masih lemah secara jumlah, agar yakin bahwa Allah-lah yang akan melindungi mereka dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.

  • Ayat 258

Berkaitan dengan perdebatan Nabi Ibrahim a.s. dengan Raja Namrud. Ketika Ibrahim berkata bahwa Tuhannya menghidupkan dan mematikan, Namrud menyombongkan diri seolah bisa melakukan hal serupa. Allah menurunkan ayat ini untuk menunjukkan kebatilan hujjah Namrud dan kebenaran risalah Ibrahim.

  • Ayat 259 

Menceritakan kisah seorang lelaki yang melewati negeri yang hancur luluh. Menurut sebagian besar mufassir, ia adalah Uzair a.s. yang merasa heran apakah negeri itu bisa hidup kembali. Allah menidurkannya seratus tahun lalu membangunkannya, sebagai bukti bahwa Allah benar-benar berkuasa menghidupkan yang mati. Ayat ini turun untuk menguatkan keyakinan akan kebangkitan di hari akhir.

  • Ayat 260 

Diturunkan berkaitan dengan doa Nabi Ibrahim a.s. yang ingin melihat bukti nyata bagaimana Allah menghidupkan makhluk setelah mati. Allah memerintahkannya untuk memotong-motong empat burung, lalu menaruh bagian-bagiannya di bukit-bukit, kemudian memanggil mereka hingga hidup kembali. Ayat ini turun sebagai penguat bagi umat Islam bahwa iman yang mantap juga dapat diperteguh dengan dalil yang nyata.

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved