Tragedi Longsor Cisarua KBB
Warga Teriak Minta Tolong di Tengah Suara Gemuruh yang Dikira Gempa Sesar Lembang
Adi (34) terlihat menatap hamparan tanah kosong di lokasi longsor, Kampung Kuda, RT 1/10, Desa Pasirhalang
Ringkasan Berita:* Warga teriak-teriak jam 3 subuh, awalnya saya gak tahu longsor. Saya kira Sesar Lembang (gempa). Ditambah hujan angin, pas lihat pagi kaget semua rumah di sudah sudah rata* Tatapan mata Adi tampak kosong saat melihat rumah keluarganya yang sudah rata dengan tanah. Bahkan, puing bangunan rumah yang sebelumnya ditempati oleh 11 anggota keluarganya itu sudah tidak terlihat akibat tertimbun tanah
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Hilman Kamaludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Adi (34) terlihat menatap hamparan tanah kosong di lokasi longsor, Kampung Kuda, RT 1/10, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (25/1/2026).
Tatapan mata Adi tampak kosong saat melihat rumah keluarganya yang sudah rata dengan tanah. Bahkan, puing bangunan rumah yang sebelumnya ditempati oleh 11 anggota keluarganya itu sudah tidak terlihat akibat tertimbun tanah.
Meski terlihat tegar, tubuh Adi tampak lemas dan dia hanya bisa pasrah sambil menunggu keajaiban agar semua anggota keluarganya bisa segera ditemukan oleh Tim SAR gabungan yang masih melakukan pencarian.
"Total ada 11 saudara yang masih dicari. Kalau istri selamat karena saat kejadian, lagi sama saya di rumah atas," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (25/1/2026).
Di tengah terik matahari, Adi berdiri sendiri di samping hamparan tanah atau material longsor. Dia tampak sabar menunggu saudaranya yang belum diketahui posisinya entah ada dimana, namun dia tetap meyakini saudaranya itu tertimbun.
Baca juga: Pesan Wapres Gibran Untuk Wagub dan Bupati Bandung Barat di Lokasi Longsor
"Yang belum ketemu paman 2 sama anak-anaknya, terus nenek, dan keluarga istri. Kalau ibunya istri saya sudah ketemu. Tadi sudah dicek (identifikasi) oleh petugas," kata Adi.
Dia mengatakan, 11 saudaranya itu tinggal satu atap di rumah yang kini sudah rata dengan tanah. Sedangkan, saat kejadian longsor itu, kemungkinan besar mereka sedang tertidur pulas mengingat kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB.
Adi pun masih ingat betul, betapa mencekamnya situasi saat longsor terjadi. Di tengah gelapnya dini hari itu, jeritan warga disertai suara gemuruh terdengar dari rumahnya yang ada di bagian atas titik longsor.
"Warga teriak-teriak jam 3 subuh, awalnya saya gak tahu longsor. Saya kira Sesar Lembang (gempa). Ditambah hujan angin, pas lihat pagi kaget semua rumah di sudah sudah rata," ucapnya.
Di pagi hari saat hari pertama longsor terjadi, Adi sontak langsung menghubungi semua saudaranya itu. Namun, hingga saat ini tidak membuahkan hasil, sehingga dia menduga mereka tertimbun longsor.
"Kemarin sudah mencari sama Tim SAR, tapi belum ada hasil. Sekarang, katanya ada 5 orang yang ketemu tapi itu gak tahu saudara saya atau bukan," kata Adi.(*)
| 3 Metode Pencarian Tim SAR di 2 Sektor Temukan 14 Jenazah Korban Longsor Cisarua |
|
|---|
| 2 Kali Longsor Terjadi Selang 30 Menit Lalu Mengubur Dua Kampung di Bandung Barat |
|
|---|
| Gemuruh Hingga Lemari Bergetar Awali Histerisnya Warga Melihat Tanah Perlahan Mengubur Kampung |
|
|---|
| 24 Jam Tim Akan Mencari 83 Warga Cisarua KBB yang Terkubur Longsor |
|
|---|
| Pesan Wapres Gibran Untuk Wagub dan Bupati Bandung Barat di Lokasi Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/lokasitanahlongsorbrobrobro.jpg)