Sabtu, 9 Mei 2026

Pabrik Rajut di Katapang Bandung Terbakar Dini Hari, Api Padam Usai 1,5 Jam

Hingga pagi hari, sisa puing bangunan masih mengeluarkan asap tipis disertai bau hangit yang menyelimuti area sekitar lokasi kejadian.

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar.id/Adi Ramadhan Pratama
PADAMKAN KEBAKARAN - Pemadam Kebakaran mulai melakukan proses pendinginan pasca sebuah pabrik rajut di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung terbakar hebat,  Kamis (15/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pabrik rajut di Katapang Bandung terbakar dini hari, api padam setelah 1,5 jam pemadaman.
  • Kebakaran terjadi saat pabrik kosong, tidak ada korban jiwa maupun luka.
  • Petugas lanjutkan pendinginan hingga pagi, penyebab kebakaran masih diselidiki.

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Kebakaran hebat melanda pabrik rajut di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis (15/1/2026) dini hari.

Hingga pagi hari, sisa puing bangunan masih mengeluarkan asap tipis disertai bau hangit yang menyelimuti area sekitar lokasi kejadian.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Mobil pemadam terparkir tepat di depan pabrik, dengan selang air terus mengalir ke bagian bangunan yang hangus terbakar.

Kondisi ini sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sedikit tersendat.

Baca juga: Kebakaran Toko Kelontong di Banjaranyar, Satu Korban Luka dan Kerugian Capai Rp350 Juta

Sejumlah warga terlihat memantau dari kejauhan, penasaran dengan kondisi pabrik yang terbakar hebat saat sebagian besar warga masih terlelap tidur.

Puing-puing bangunan dan sisa material rajutan tampak berserakan di area pabrik dan gudang yang ikut terdampak.

Kepala Seksi Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bandung, Saepuloh, menjelaskan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.37 WIB.

Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi dan tiba hanya berselang beberapa menit setelah laporan diterima.

“Begitu kami tiba sekitar pukul 04.43 WIB, api sudah cukup besar dan merambat. Kami langsung mengerahkan personel tambahan untuk mencegah kebakaran meluas,” ujar Saepuloh saat dikonfirmasi, Kamis pagi.

Menurutnya, api diduga bermula dari area pabrik rajut kemudian menjalar ke gudang penyimpanan yang berada di dekat bangunan utama.

Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas pekerja di dalam pabrik.

“Biasanya pabrik mulai beroperasi jam tujuh pagi. Saat kejadian masih kosong, jadi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” jelasnya.

Petugas pemadam berjibaku selama kurang lebih satu setengah jam hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.00 WIB.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved