Rabu, 20 Mei 2026

Harga Daging Sapi Jelang Idul Adha

Harga Daging Sapi Tembus Rp160 Ribu per Kg, Pedagang Pasar Cikurubuk Menjerit Pembeli Sepi

Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Cikurubuk mengeluhkan sepinya pembeli karena harga penjualan terus mengalami kenaikan

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
HARGA DAGING SAPI - Pedagang daging sapi tengah melayani pembeli di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/5/2026). Saat ini harga daging sapi tembus Rp160 per kilogram. 

Ringkasan Berita:
  • Harga daging sapi di Pasar Cikurubuk naik hingga Rp160 ribu/kg.
  • Pembeli sepi, pedagang rugi dan stok tak habis.
  • Pelemahan rupiah ke Rp17.706 per dolar AS disebut memicu kenaikan harga sejak Lebaran.

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Cikurubuk mengeluhkan sepinya pembeli karena harga penjualan terus mengalami kenaikan, Rabu (20/5/2026).

Kondisi ini menyebabkan lapak-lapak di pasar tradisional sepi pembeli, lantaran masyarakat terpaksa menahan konsumsi akibat keterbatasan daya beli.

Bahkan kondisi ini dibarengi dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.706,00 per dolar AS memicu efek domino yang menjepit para pedagang daging sapi.

Saat ini untuk harga daging sapi impor di Pasar Cikurubuk hingga menyentuh Rp160 ribu per kilogram, sedangkan daging luar berkisar Rp150 ribu per kilogram, kaki sapi Rp70 ribu per kilogram dan hati mencapai Rp69 per kilogram.

Pedagang daging sapi Pasar Cikurubuk Omay (63) menjelaskan, saat ini pembeli menurun karena harga daging yang terus mengalami kenaikan.

"Malah mengalami penurunan pembeli dan harga mahal. Bahkan, motong sapi saja sedikit karena rugi terus," kata Omay ditemui TribunPriangan.com.

Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo Asal Ciamis Capai 1,15 Ton, “Si Bison” Dirawat Khusus Jelang Iduladha

Ia mengungkapkan, untuk harga daging sapi rela diturunkan karena untuk meningkatkan daya pembeli di pasar.

"Normalnya kita jual Rp140 ribu per kilogram, tapi sekarang dijual diangkat Rp145 sampai Rp150. Yang sebenarnya kita tetap rugi, karena mau jual Rp160 ribu tidak ada pembeli," jelasnya.

Alasan Omay rela menurunkan harga daging sapi, karena daya beli terus menurun. Sementara harga daging sapi impor terus mengalami kenaikan.

"Ga berani jual tinggi, jadi saya jual 145 ribu meskipun rugi," keluhnya.

Ia menambahkan untuk kondisi sekarang sangat terdampak hingga stok daging sapi tidak habis dalam satu hari.

"Sekarang mah hanya satu ekor karena harga tinggi tapi pembeli menurun, dan rata-rata disini daging impor dengan jenis sapi Limosin," jelas Omay.

Bahkan ia biasanya bisa menyediakan tiga ekor sapi dalam sehari, tapi saat ini hanya satu ekor sapi.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved