Kamis, 7 Mei 2026

Kronologi Dapur MBG di Tasikmalaya Dibekukan Oleh Pihak BGN

Dapur SPPG Tasikmalaya Sariwangi Sirnasari 2, Kabupaten Tasikmalaya beberkan kronologi kejadian usai dibekukan oleh BGN

Tayang:
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
DAPUR SPPG - Dapur SPPG Dapur SPPG Tasikmalaya Sariwangi Sirnasari 2, yang berlokasi di Kampung Cipancur, Desa Sirnasari, Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya terkena suspend selama satu Minggu oleh BGN, Rabu (4/3/2026). 

Ringkasan Berita:* Dapur SPPG Tasikmalaya Sariwangi Sirnasari 2, Kabupaten Tasikmalaya beberkan kronologi kejadian usai di suspend oleh BGN karena keluhan orang tua murid terkait roti berjamur, Rabu (4/3/2026)

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN  TASIKMALAYA - Dapur SPPG Tasikmalaya Sariwangi Sirnasari 2, Kabupaten Tasikmalaya beberkan kronologi kejadian usai dibekukan oleh BGN karena keluhan orang tua murid terkait roti berjamur, Rabu (4/3/2026).

Kejadian ini bermula pada Rabu (25/2) adanya laporan dari penerima manfaat di salah satu sekolah wilayah Sirnasari adanya roti abon yang sudah berjamur.

Kemudian pihak dapur melaporkan kejadian ini ke pihak supplier sebagai pengirim roti abon tersebut untuk mengganti dan mengklarifikasi.

Setelah diklarifikasi, kedua pihak meminta maaf dan menarik semua roti dan mengganti dengan jenis yang beda kepada penerima manfaat.

Namun, pada Sabtu (28/2/2026) pihak dapur menerima surat dari BGN bahwa dapurnya telah di suspend atas laporan keluhan orang tua murid terkait roti abon yang berjamur.

Baca juga: Satgas Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Soal Penutupan Dapur SPPG Sirnasari 2

Hingga sekarang dapur SPPG Sirnasari 2 belum beroperasi dan sementara waktu jumlah KPM dipindahkan ke tiga SPPG yang berada di wilayah Sariwangi.

"Jadi kronologinya berawal roti berjamur dan itu sudah dilakukan permintaan maaf dari supplier ke dapur ataupun ke pihak penerima manfaat," ungkap Kepala Dapur SPPG Tasikmalaya Sariwangi Sirnasari 2 Latip Supriatna dikonfirmasi TribunPriangan.com.

Menurutnya, bahwa kejadian ini berawal dari supplier yang tidak mencantumkan expired ke roti Abon yang telah dibagikan ke KPM di satuan layanan pendidikan.

"Kita juga mengakui kurang teliti yang mana roti tersebut tidak dicantumkan expired oleh supplier. Padahal, pada saat kami packing kondisi roti masih bagus dan selalu dicicipi dulu sebelum dibagikan," tegas Latip.

Pendistribusian makanan kering ini dibagikan ke satuan layanan pendidikan yang tercantum dilakukan pada hari Senin, dan diketahui ada laporan roti berjamur di hari Rabu.

"Paket MBG ini kita berikan untuk tiga hari. Tapi setelah mendapatkan laporan dari sekolah kami langsung mengganti yang baru sore harinya dan kita anggap sudah selesai," pungkasnya.

Latip menuturkan, pasca kejadian pihaknya mendapat informasi bahwa dapurnya tersebut terkena hukuman dari BGN selama satu Minggu.

"Kami dapat SP1 ini terhitung hari Sabtu (28/2) dan sekarang belum beroperasi lagi tapi sudah melaporkan kronologinya ke pihak BGN," pungkasnya.

Dirinya juga mengatakan, pihaknya langsung melakukan evaluasi secara menyeluruh dengan internal dapur agar kejadian ini tidak terulang.

"Langkah ke depan akan memperbaiki dari segi quality kontrolnya, terutama akan berdiskusi dengan supplier diadakan expired dan memperketat di dapur juga," katanya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved