Kamis, 23 April 2026

Program Gentengisasi Jadi Angin Segar Bagi Pengrajin di Wilayah Priangan Timur

Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi angin segar bagi industri genteng

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
PERAJIN - Pengrajin genteng Nurdin asal Banjar ketika menghadiri sarasehan Ekonomi Kerakyatan dengan tema Industri Genteng Tradisional Perkuat Kemandirian Ekonomi’ bersama akademis dan mahasiswa berlokasi di Kopi Bento, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Rabu (11/2/2026). 

Ringkasan Berita:* Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi angin segar bagi industri genteng yang saat ini tergerus dengan atap seng maupun asbes
 
* Usaha kami sudah sekarat, bahkan hampir mati. Sudah lama tidak produksi karena tidak ada permintaan

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi angin segar bagi industri genteng yang saat ini tergerus dengan atap seng maupun asbes.

Pencanangan program ini mendapat respon bagi para pengrajin di Kabupaten Banjar, Ciamis, Garut, Pangandaran, serta Tasikmalaya.

Bahkan, kebijakan ini dianggap sebagai angin usai menghadiri sarasehan Ekonomi Kerakyatan dengan tema Industri Genteng Tradisional Perkuat Kemandirian Ekonomi’ di Kopi Bento, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Rabu (11/2/2026).

Selama bertahun-tahun, pengrajin genteng kalah telak oleh seng, asbes, dan baja ringan cepat pasang, dan murah.

“Usaha kami sudah sekarat, bahkan hampir mati. Sudah lama tidak produksi karena tidak ada permintaan,” ucap Nurdin (66), pengrajin genteng dari Kampung Ablok, Kota Banjar usai menghadiri kegiatan bersama pengrajin lain.

Baca juga: Disdukcapil Kota Tasikmalaya Dapat Penghargaan Predikat ZI WBK

Nurdin menjelaskan, bahwa pengrajin genteng diwilayahnya banyak dan menjadi penghasil genteng untuk dikirimkan ke wilayah Tasikmalaya.

“Dulu Tasikmalaya pasar utama saya. Hampir tiap minggu kirim sampai 4.500 genteng, untuk sekarang produksi, kalau ada pesanan saja,” jelas Nurdin.

Salah satu pedagang genteng di Kota Tasikmalaya Aseng (67) membenarkan pasokan genteng tanah liat ini kini nyaris tak ada.

“Dulu ambil dari Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya. Sekarang sudah tidak kirim lagi. Padahal permintaan masih ada meski kecil,” ungkap Aseng.

Program Gentengisasi kini menjadi harapan terakhir agar industri genteng tanah liat tak sekadar menjadi museum hidup. 

"Kami harap adanya program pak presiden Prabowo Subianto bisa menghidupkan kembali pengrajin genteng tanah liat," tambahnya.

Senada dikatakan Pengajar Program Pascasarjana Universitas Siliwangi, Dr Edy Suroso, menilai program Gentengisasi bisa memberikan dampak khususnya pengrajin genteng yang saat ini sudah lesu.

Ia menilai pemerintah memiliki kekuatan menciptakan pasar besar dan berkelanjutan. Namun syaratnya, pengrajin harus berbenah, kualitas produk, legalitas usaha, dan kelembagaan koperasi.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved