Bupati Tasikmalaya Minta Pengawasan Penyediaan Menu MBG Diperketat
Pemkab Tasikmalaya sudah membentuk tim pengawas, menyusul beberapa kejadian keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Dedy Herdiana
Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Pemkab Tasikmalaya sudah membentuk tim pengawas, menyusul beberapa kejadian keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.
Untuk kejadian pertama yakni keracunan di wilayah Rajapolah, belasan pelajar SD dan SMP di wilayah Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya mengalami keracunan yang terjadi pada Rabu (30/4/2025).
Tercatat ada sekitar 400 orang yang mengalami keracunan dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA.
Kejadian kedua terjadi di wilayah Kecamatan Cikalong, Belasan siswa sekolah dasar (SD) dan PAUD alami gejala keracunan terjadi pada Kamis (18/9/2025) sore.
Jumlahnya ada sekitar 15 pelajar mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi (MBG).
Baca juga: Tambah Lagi, Korban Keracunan MBG di Cipongkor Bandung Barat Jadi 301 Siswa, 41 Ambulans Bolak Balik
"Kita sebenarnya sudah membentuk tim, ketuanya asisten I, sekretarisnya kepala Bappeda, di dalamnya ada unsur dinas pendidikan, ada dari dinas pertanian, Dinkes, saya dengan wakil bupati sebagai pengarah," ucap Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin kepada wartawan TribunPriangan.com,
Ia berharap tim yang sudah dibentuk ini betul-betul bisa melakukan kroscek pangan dengan terjadwal dan ketat.
"Iya betul, tadi bukan cuma ketat, tapi paling utama harus dimonitor dari bawah, bahannya, tempatnya, proses pemasakan sampai pendistribusiannya," pungkasnya.
Selain itu, dari pasukan Dinkes ada 40 puskesmas agar betul-betul memonitor seluruh dapur dari aspek kebersihan, kepastian barang atau bahan makanannya untuk di masak itu betul-betul dalam kondisi baik dan sehat.
"Dan yang terpenting kemarin kita bahas juga beberapa camat bidang LH dan PU harus memperhatikan soal volume sampah yang dihasilkan dari dapur MBG, karena ini pasti jadi persoalan baru yang perlu ditindaklanjuti," tegas Cecep.
Alasannya karena beberapa armada milik LH banyak yang rusak, dan pihaknya tengah mengoptimalkan perbaikan supaya efisien dan tetap dilaksanakan oleh pegawainya
"Saran saya bahwa kedepan sudah disiapkan soal penanganan sampah, karena kita tahu MBG ini program strategis nasional, di sisi lain memberikan manfaat tapi secara umum produksi sampah bisa jadi persoalan baru," jelasnya. (*)
Baca juga: Pelajar Keracunan Diduga dari MBG Bertambah, Bupati Garut Terbitkan Edaran Keamanan Pangan
| Pemkab Tasikmalaya Percepat Penyiapan Lahan Sekolah Rakyat Permanen di Pancatengah |
|
|---|
| Bupati Tasikmalaya Lantik 41 Pejabat, Sejumlah Kepala Dinas Bergeser Jabatan |
|
|---|
| 16 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Akan Alami Cuaca Udara Kabur, Ini Penjelasan BMKG |
|
|---|
| Kolaborasi Pemkab Tasik dan YBM Brilian, Jembatan Gantung Penghubung Desa Diresmikan |
|
|---|
| Guru PPPK Paruh Waktu di Tasikmalaya 2 Bulan Belum Digaji, Mengadu ke DPRD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/MBG-launching-di-SDN-Cikadongdong-Singaparna-Tasikmalaya-1312025-1.jpg)