Rabu, 29 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Putus Asa Awal Mula Tersesat Arah Hidup

Berikut ini terdapat info soal Naskah Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Putus Asa Awal Mula Hidup Hilang Arah

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Tribun Priangan/Aldi M Perdana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Naskah Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Putus Asa Awal Mula Hidup Hilang Arah. Ilustrasi solat Jumat (Foto: Polres Tasikmalaya melaksanakan salat gaib untuk korban terdampak gempa bumi Cianjur di masjid At-Taqwa Mapolres Tasikmalaya pada Jumat (25/11/2022). 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Menjali hidup tenang, nyaman, dan terarah menjadi mimpi setiap manusia di dunia.

Tentu tidak mudah, sebab ada harga yang harus dibayar, dan ada pula waktu yang harus dikorbankan.

Berapa banyak manusia yang mati-matian berusaha dan mempertahankannya dengan cara bergantung pada Allah ta'ala sebagai Tuhannya.

Namun dilain sisi, tak sedikit pula yang kerap patah dan memilih mengangap hidup yang diberi Tuhannya sama sekali tak adil.

Bahkan ada yang hingga menyalahkan Tuhannya karena jalan hidup yang tak sesuai dengan keinginannya.

Tentu ini menjadi alarm emergensi yang tak bisa seorang muslim hindari, dan penting untuk terus diingatkan serta kembali kepada fitrahnya.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Bertauhid Seakan Besok Adalah Hari Terakhir

Pengingat yang dimaksud bisa berupa penyaringan ilmu dan penyampaian tausiah, termasuk pada pelaksanaa shalat jumat.

Sebab ada Khutbah yang perlu didengar dan disampaikan.

Berikut ini telah tersedia satu topik penting yang berkaitan dengan penjabaran diatas, dengan judul "Putus Asa Awal Mula Hidup Hilang Arah"

Khutbah I   

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ

فَيَا اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَلَا تَا۟يْـَٔسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ  

Manusia sering diuji dengan berbagai macam cobaan, kegagalan, atau bahkan dosa yang membuatnya sempat merasa putus asa dalam menjalani kehidupan di dunia. Namun, Allah dengan kasih sayang-Nya yang tiada tara selalu memberikan jalan keluar dan membuka pintu ampunan bagi siapa saja yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya.

Melalui banyak ayat suci Al-Quran, Allah swt memberikan hikmah sekaligus peringatan, bahwa rahmat-Nya jauh lebih luas dari dosa-dosa manusia. Selain itu, beberapa hadis Nabi Muhammad saw juga menunjukkan bahwa Allah sangat mencintai hamba-Nya yang mau bertobat dan tidak akan pernah menutup pintu rahmat-Nya.     

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved