Senin, 20 April 2026

Hari Kartini 2026

Naskah Pidato Hari Kartini 2026 Untuk Upacara di Sekolah

Berikut ini terdapat 3 Naskah Panjang Pidato Hari Kartini 2026, Lengkap Doanya Cocok untuk Upacara di Sekolah

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com
DOA HARI KARTINI - 3 Naskah Panjang Pidato Hari Kartini 2026, Lengkap Doanya Cocok untuk Upacara di Sekolah. Ilustrasi berdoa. 

Pesan emansipasi Kartini juga mengingatkan kita bahwa di sekolah ini, setiap siswa-baik laki-laki maupun perempuan-memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memimpin, berprestasi, dan mengejar mimpi setinggi langit. Mari kita hapus segala batasan yang menghambat kreativitas dan mulai saling mendukung satu sama lain. Keberhasilan seorang teman adalah keberhasilan kita bersama, dan kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi dunia yang terus berubah dengan cepat ini.

Sebagai penutup, marilah kita jadikan peringatan Hari Kartini 2026 ini sebagai momentum untuk memperbarui semangat belajar kita. Jangan pernah lelah untuk mencari ilmu, karena melalui tulisan dan pemikiranlah kita bisa "melihat" dunia dan mengubahnya menjadi lebih baik. Mari kita buktikan bahwa dari sekolah ini, akan lahir generasi penerus yang membawa cahaya "Habis Gelap Terbitlah Terang" ke seluruh penjuru nusantara.

Selamat Hari Kartini 2026!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Doa Penutup Upacara

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

"Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, Tuhan Yang Maha Penguasa setiap butir ilmu dan hikmah.
Di pagi yang cerah ini, tepat pada peringatan Hari Kartini tahun 2026, kami menundukkan kepala dan merendahkan hati di hadapan-Mu. Kami memuji keagungan-Mu yang telah melimpahkan rahmat yang tak terhitung jumlahnya, yang telah memberi kami nafas kehidupan di bumi pertiwi yang merdeka ini. Segala puji bagi-Mu yang telah memberikan kami kesempatan untuk mengenang kembali sejarah hebat yang telah mengubah arah nasib kaum perempuan di tanah air kami."

Ya Allah, Tuhan yang Maha Bijaksana,
Kami teringat akan hamba-Mu, Raden Ajeng Kartini. Seorang jiwa yang gelisah dalam kegelapan namun tetap teguh memegang pena harapan. Terima kasih ya Allah, telah Engkau titipkan ia dalam sejarah kami sebagai pembawa pelita ilmu. Kami memohon, ampunilah segala khilafnya, terimalah setiap tetes keringat dan air matanya sebagai amal jariyah yang pahalanya mengalir abadi. Jadikanlah setiap baris suratnya sebagai pengingat bagi kami bahwa kemerdekaan berpikir adalah hak setiap insan yang Engkau ciptakan."

Ya Allah, Ya 'Alim, Tuhan yang Maha Mengetahui segala yang nyata dan yang tersembunyi,
Di tahun 2026 ini, kami berdiri di tengah arus perubahan yang kian kencang. Kami memohon kepada-Mu, tanamkanlah ke dalam sanubari perempuan Indonesia kecerdasan yang melampaui zaman. Berikanlah mereka ketajaman mata hati untuk membedakan antara kemajuan dan kemunduran moral. Jangan biarkan layar-layar digital melunturkan rasa empati, dan jangan biarkan modernitas yang semu menghancurkan nilai-nilai luhur yang telah susah payah diperjuangkan oleh para leluhur kami. Jadikanlah perempuan Indonesia sosok yang berdaulat atas pikirannya, merdeka atas jiwanya, namun tetap bersimpuh dalam ketaatan kepada-Mu."

Ya Allah, Ya Aziz, Tuhan yang Maha Perkasa,
Lindungilah kaum perempuan kami dari segala bentuk kekerasan, ketidakadilan, dan diskriminasi. Berikanlah kekuatan kepada mereka yang kini sedang berjuang sendirian demi masa depan anak-anaknya. Berikanlah kelapangan jalan bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan tinggi di pelosok maupun di kancah dunia. Mudahkanlah setiap langkah mereka yang tengah merintis kemandirian ekonomi, agar mereka mampu menjadi penopang yang tangguh bagi keluarga dan negara. Jadikanlah setiap karya dan pengabdian mereka sebagai cahaya yang menerangi jalan menuju kebaikan universal."

"Ya Allah, Ya Jami', Tuhan yang Maha Menyatukan,
Satukanlah hati kami semua, laki-laki dan perempuan, dalam ikatan ukhuwah yang kokoh. Jauhkanlah kami dari rasa saling menjatuhkan atau merasa lebih tinggi satu sama lain. Ajarkanlah kami untuk saling memuliakan, bekerja sama dalam harmoni, dan bahu-membahu membangun peradaban yang berlandaskan kasih sayang. Berikanlah kepada para pemimpin kami kearifan untuk menciptakan kebijakan yang adil, sehingga setiap warga negara, tanpa memandang gender, dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensi terbaik yang Engkau anugerahkan."

Ya Allah, Ya Ghaffar, Tuhan yang Maha Pengampun,
Ampunilah segala dosa dan kelalaian kami. Ampunilah dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi terangnya masa depan kami. Terimalah doa yang kami panjatkan dengan penuh harap ini. Sesungguhnya hanya kepada-Mu kami kembali, dan hanya kepada-Mu kami memohon perlindungan."

Rabbana zhalamma anfusana wa illam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina 'adzabannar.
Subhana rabbika rabbil 'izzati 'amma yasifun, wasalamun 'alal mursalin, walhamdulillahi rabbil 'alamin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved