Jumat, 17 April 2026

Hari Kartini 2026

10 Naskah Pidato Pembina Upacara Bendera Hari Kartini 2026, Penuh Doa dan Penghargaan

Berikut ini terdapat 10 Naskah Pidato Pembina Upacara Bendera Hari Kartini 2026, Penuh Doa dan Penghargaan

Kolase TribunPriangan.com
PIDATO HARI KARTINI - 10 Naskah Pidato Pembina Upacara Bendera Hari Kartini 2026, Penuh Doa dan Penghargaan (AI/Chat GPT) 

Ringkasan Berita:
  • Hari Kartini 21 April memperingati perjuangan RA Kartini.
  • Dirayakan dengan lomba dan upacara di sekolah, kantor, komunitas.
  • Tanggal sesuai hari lahir Kartini; tersedia contoh amanat upacara.

 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Setiap 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.

Momen ini biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan, seperti perlombaan, baik di sekolah, tempat tinggal, perkantoran, organisasi, maupun komunitas. Beragam kalangan pun bisa turut meramaikannya.

Sekedar info, tahun ini, Hari Kartini akan berlangsung pada hari Selasa, (21/4/2026).

Pemilihan tanggal 21 April sendiri sebagai Hari Kartini disesuaikan dengan tanggal lahirnya sang pejuang emansipasi wanita Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat, oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbud.

Adapun salah satu kegiatan yang sring dilaksanakan pada hari nasioal tersebut adalah, upacara bendera.

Dalam pelaksanaan upacara, kerap di buka dengan Amanat dari pembina upacara.

Berikut ini TribunPriangan telah merangkum beberapa contoh teks amanat yang bisa dijadikan contoh.

Baca juga: 20 Link Download Poster Hari Kartini 2026 yang Menarik, Bikin Hari Kartini Jauh Lebih Bermakna

10 Naskah Pidato Pembina Upacara Bendera Hari Kartini 2026

Naskah 1

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Bapak/Ibu guru, serta anak-anak yang saya banggakan,

Hari ini kita memperingati Hari Kartini, sosok pahlawan perempuan yang tidak hanya dikenal karena keberaniannya, tapi juga karena semangat perjuangannya yang luar biasa. Dari kisah Kartini, kita tidak hanya mengenal tokoh sejarah—kita belajar tentang arti perjuangan yang sesungguhnya.

Kartini berjuang bukan dengan senjata, tapi dengan pena dan pikiran. Ia hidup di zaman ketika perempuan dipinggirkan, tidak diberi ruang untuk belajar, bahkan tidak bebas menentukan jalan hidupnya. Tapi beliau tidak menyerah pada keadaan. Ia menulis, berpikir, dan menyuarakan bahwa perempuan juga berhak untuk maju dan berpendidikan.

Perjuangan seperti ini bukanlah hal yang mudah. Kartini melawan tradisi yang kuat dan pandangan masyarakat yang sempit. Tapi justru dari sanalah kita bisa belajar, bahwa perjuangan itu butuh tekad, keberanian, dan keyakinan. Ia tahu mungkin ia tidak akan langsung melihat hasilnya, tapi ia percaya bahwa langkah kecilnya akan membawa perubahan besar suatu hari nanti.

Anak-anakku yang saya banggakan,

Hari ini perjuangan belum selesai. Kita memang sudah hidup di zaman yang lebih bebas, lebih terbuka, tapi bukan berarti tidak ada tantangan. Perjuangan sekarang adalah bagaimana kalian terus belajar, tidak cepat menyerah, dan mampu membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa berprestasi dan membawa perubahan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved