Idul Fitri 1447 H
Naskah Khutbah Idul Fitri 1447 H/2026 yang Menyentuh Hati: Jaminan Allah Usai Ramadan Berlalu
Contoh Naskah Khutbah Idul Fitri 1447 H/2026 Menyentuh Hati: Jaminan Allah Usai Ramadan Berlalu
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:
- Idul Fitri menjadi Hari yang istimewa, dan terdapat satu rukun pun tak boleh dilewatkan, apa lagi kalau bukan Khutbah.
- Khutbah Idul Fitri sendiri berisi pesan yang disampaikan oleh khatib kepada jamaah ini berisi nasihat, motivasi, serta pengingat bagi kaum Muslimin.
- Hal ini bertujuan agar masyarakat Muslim tetap menjalani kehidupan dengan penuh ketakwaan setelah Ramadan berlalu.
TRIBUNPRIANGAN.COM - Khutbah Idul Fitri menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian ibadah shalat Idul Fitri setiap tahunnya.
Pasalnya, pada hari yang istimewa tersebut, satu rukun pun tak boleh dilewatkan, apa lagi kalau bukan Khutbah.
Khutbah yang disampaikan oleh khatib kepada jamaah ini berisi nasihat, motivasi, serta pengingat bagi kaum Muslimin agar tetap menjalani kehidupan dengan penuh ketakwaan setelah Ramadan berlalu.
Sekedar info, hingga hari ini Ramadan sendiri telah berada di hari ke 27.
Itu artinya tersisa 3 hari kedepan, pelaksanaan dan penyampaian Khtubah akan berlangsung.
Bagi anda yang tengah diberi tugas sebagai Khatib, berikut ini terdapat satu contoh naskah yang bisa digunakan, dengan judul:
Baca juga: 3 Naskah Khutbah Idul Fitri 1447 H Resmi Muhammadiyah, Bertema Pengingat Kehidupan Dunia yang Menipu
"Jaminan dari Allah setelah Puasa Ramadhan"
Khutbah I
اَللهُ أَكْبَرُ (3x)، اَللهُ أَكْبَرُ (3x)، اَللهُ أَكْبَرُ (3x) وَلِلهِ الْحَمْدُ. اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ الصِّيَامَ غُزَّةَ وَجْهِ الْعَامِ، وَأَجْزَلَ فِيْهِ الْفَضَائَلَ وَالْاِنْعَامَ، وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ عَلَى سَائِرِ الْأَيَّامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْمَبْعُوْثِ عَلَى جَمِيْعِ الْأَنَامِ، وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الْأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظَّلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِلَهٌ تَفَرَّدَ بِالْكَمَالِ وَالتَّمَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَصَامَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْ شُبِّهُوْا بِالْأَنْجَامِ، فَمَنْ تَبِعَهُ فَقَدْ نَالَ سُبُلَ التَّامِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيآ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ رَحِمَكُمْ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَقَالَ أَيْضًا: وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Ma'asyiral muslimin jemaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah
Alhamdulillah, puji syukur tak henti-hentinya kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat besar kepada kita semua pada hari ini, yaitu mempertemukan dengan hari raya Idul Fitri, setelah satu bulan penuh kita menjalankan ibadah puasa. Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dan pengikutnya.
Selanjutnya, melalui mimbar yang mulia ini, khatib mengajak kepada diri khatib sendiri, keluarga, dan semua jemaah yang turut hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus istiqamah dalam menjalankan ibadah dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menjauhi semua larangan-larangan-Nya. Sebab, tidak ada bekal yang paling baik untuk kita bawa menuju akhirat selain ketakwaan.
Baca juga: 5 Khutbah Idul Fitri 2026 Penuh Haru Resmi MUI, Muhammadiyah, Guru Besar, hingga Ulama
Ma'asyiral muslimin jemaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah
Tidak terasa saat ini kita semua sudah memasuki bulan 1 Syawal, setelah berhasil bergulat dengan puasa Ramadhan dan rangkaian ibadah lainnya selama satu bulan penuh. Menahan diri dari segala perbuatan yang bisa merusak eksistensi puasa. Saat ini, sudah tiba saatnya bagi kita untuk merayakan kemenangan atas ibadah yang telah kita lakukan selama sebulan, yaitu dengan merayakan hari raya Idul Fitri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Muhammadiyah-Gelar-Salat-Idul-Fitri.jpg)