Jumat, 8 Mei 2026

Ramadan 2026

10 Hari Terkhir Syaban 2026: Waktu Genting Untuk Bayar Utang Puasa

10 Hari Terkhir Syaban Menuju 1 Ramadan 2026: Wargi Priangan Utang Puasa Sudah Bayar? Jangan Tunda! Begini Hukumnya

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TribunNews.com
HUTANG PUASA RAMADAN - 10 Hari Terkhir Syaban Menuju 1 Ramadan 2026: Wargi Priangan Utang Puasa Sudah Bayar? Jangan Tunda! Begini Hukumnya. Ilustrasi Puasa. (National University of Singapore) 

Ringkasan Berita:
  • masuknya Ramadhan ini menjadi warning bagi umat muslim yang belum juga membayar hutang puasa yang bolong di Bulan Ramadhan sebelumnya.
  • Jika mengacu pada prakiraan tanggal 19 Februari 2026 awal mula penetapan 1 Ramadan 1447 H, maka puasa versi pemerintah tinggal 10 hari lagi.
  • kesiapan termasuk utang puasa sudah harus terbayarkan atau lunas sebelum, masuk di 2 hari terakhir bulan Syaban.

TRIBUNPRIANGAN.COM - Pemerintah memprakirakan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, (19/2/2026) berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kemenag RI.

Namun, kepastian mulai 1 Ramadan masih akan ditetapkan usai sidang isbat yang akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026.

Dimana jika mengacu pada prakiraan tanggal 19 Februari, maka puasa versi pemerintah tinggal 10 hari lagi.

Adapun, pelaksanaan tariw pertama akan ditentukan setelah sidang isbat.

Sekedar ini, jika biasanya penetapan masuknya pergantian hari, waktu, bulan dan tahun dalam perhitungan kalender masehi sendiri baru akan dimulai setelah lewat jam 12 tengah malam.

Baca juga: Kapan Mulai Salat Tarawih Ramadan Pertama 2026? Catat Juga Jadwal Imsyakiyah di 7 Wilayah Priangan

Berbeda dengan perhitungan dengan kalender Hijriah yang dimulai Ba'da Magrib (selepas waktu salat Magrib).

Itu artinya kesiapan termasuk utang puasa sudah harus terbayarkan atau lunas sebelum, masuk di 2 hari terakhir bulan Syaban.

Lantas seperti apa ketentuannya yang benar?

Hukum Bayar Utang Puasa di 10 Hari Terkhir Syaban Menuju 1 Ramadan 2026

Seperti yang diketahui, Ramadan bukan hanya sebagai bulan penuh keberkahan dan kemenangan, bulan ini juga sakral karena dijanjikan pahala yang berlipat-lipat ganda di dalamnya, bagi mereka yang full melaksanakan ibadah.

Namun, bukan hanya uforia suka cita yang perlu dipersiapkan, seorang muslim juga patutnya mempersiapkan diri dan sudah membereskan segala keperluanya dalam beribadah, termasuk membayar atau mengganti puasa.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah 1 Ramadan 2026 Untuk 7 Daerah di Priangan Timur

Ya, masuknya Ramadhan ini menjadi warning bagi umat muslim yang belum juga membayar hutang puasa yang bolong di Bulan Ramadhan sebelumnya.

Pasalnya, ketika sudah datang Ramadhan berikutnya tetapi seseorang masih memiliki tanggungan utang puasa maka yang harus ia lakukan adalah dengan cara berpuasa dan ditambah membayar fidyah sebesar satu mud (kurang lebih tujuh ons bahan makanan pokok seperti beras, untuk setiap satu hari yang ditinggalkan).

Hal ini sejatinya sudah sering dibahas para pendakwah ditanah air, termasuk Ustaz Abdul Somad menjelaskan dalam video yang beredar di Youtube bahwa mengganti puasa Ramadhan alias qadha bisa dilakukan hingga hari terakhir bulan Syaban atau bulan sebelum Ramadhan.

"Siapa yang mengganti puasa di bulan Syakban dan di hari senin, otomatis dapat 3 pahala. Puasa qadha lunas 1 hari, puasa sunah Syaban dan puasa senin juga dapat. Niatnya 1 saja untuk qadha," tutur ustaz yang akrab disapa UAS ini.

Jika masuk puasa Ramadhan namun utang puasa tahun lalu masih belum lunas, maka masih bisa membayarnya setelah Ramadan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved