Sabtu, 16 Mei 2026

Daftar 12 Pekerja Informal di Jawa Barat yang Bisa Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis

Berikut daftar 12 pekerja informal di Jawa Barat yang bisa dapat asuransi BPJS Ketenagakerjaan-nya secara gratis

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
Tangkap layar IG dedi mulyadi
BPJS KETENAGAKERJAAN GRATIS - Berikut daftar 12 pekerja informal di Jawa Barat yang bisa dapat asuransi BPJS Ketenagakerjaan-nya secara gratis. 

- Link Daftar BPJS Ketenagakerjaan Gartis

Dengan adanya program ini, pekerja informal diharapkan dapat bekerja lebih tenang karena memiliki perlindungan jaminan sosial apabila terjadi risiko kerja. Selamat mencoba. 

Baca juga: Cara Cek Status BSU BPJS Ketenagakerjaan Juli 2025 Via Aplikasi JMO

Bagaimana Jika Bupati atau Wali Kota di Jabar TIDAK MAU Kerja Sama?

Berikut ini penjelasan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi terkait pelaksanaan program perlindungan sosial bagi pekerja informal.

Ditegaskan Dedi Mulyadi program ini hasil kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, program ini menjadi prioritas pemerintah daerah untuk menghadirkan keadilan sosial. 

Nantinya, pekerja informal seperti, buruh tani, nelayan, pedagang asongan, asisten rumah tangga, hingga pengemudi ojek online, hingga tukang becak berhak memperoleh perlindungan yang sama seperti pekerja formal.

Program ini pun, kata dia, mencakup pekerja formal berpenghasilan rendah, selama masuk kategori miskin atau miskin ekstrem.

Masyarakat yang ingin mendaftar dapat mengakses melalui aplikasi Jabar SApps Outline Jabar atau memindai QR Code yang disediakan. 

Informasi lebih lanjut juga bisa diperoleh melalui layanan kontak resmi yang telah disiapkan pemerintah, dimana masyarakat ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi 082126030038.

Dedi menyebut, premi asuransi ditetapkan sebesar Rp201 ribu per tahun. Skema pembiayaannya akan dibagi bersama antara pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, hingga pihak aplikator transportasi online.

“Kalau Rp201 ribu dibagi dua, misalnya antara Pemprov dengan kabupaten/kota, atau aplikator ojol, itu bagian dari komitmen kita untuk membangun rasa adil,” ujar Dedi, Senin (15/9/2025).

Menurutnya, program ini penting karena banyak pekerja informal yang selama ini harus menanggung sendiri biaya kecelakaan kerja. 

“Kalau ada kasus sopir ojol patah kaki sampai diamputasi, sekarang sudah ditanggung asuransi. Bahkan pengadaan kaki palsu pun disiapkan, termasuk pengganti penghasilan selama dirawat di rumah sakit,” katanya.

Dedi menegaskan, Pemprov Jawa Barat sudah menyiapkan anggaran Rp60 miliar untuk tahap awal di sisa empat bulan tahun ini.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved