Minggu, 10 Mei 2026

Dinas Pendidikan Sebut Hanya Sebagian Sekolah yang Belajar Daring Hari Ini, Sesuai Kerawanan

Dinas Pendidikan Sebut Hanya Sebagian Sekolah yang Belajar Daring Hari Ini, Sesuai Kerawanan

Tayang:
Editor: ferri amiril
Pixabay
FOTO ILUSTRASI - Ilustrasi laptop untuk bekerja dari rumah atau belajar online. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Nappisah


TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Dinas pendidikan sebut hanya sebagian sekolah yang melaksanakan belajar daring hari ini disesuaikan dengan titik kerawanan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto, memastikan kegiatan belajar di tingkat satuan Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederjat tetap berlangsung seperti biasa. 

Meski sebelumnya sempat muncul imbauan agar sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), keputusan tersebut bersifat parsial dan menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah.

“Kami sudah kirim surat ke tiap cabang dinas sesuai dengan analisa mereka terhadap titik-titik kerawanan di wilayahnya masing-masing. Mereka berkoordinasi dengan pimpinan daerah, Prokopimda, dan kepala sekolah,” kata Purwanto.

Menurutnya, cabang dinas diberi kewenangan untuk menentukan apakah sekolah tertentu perlu menjalankan PJJ

Mekanisme ini melibatkan kepala sekolah, wali kelas, hingga orang tua murid agar pembelajaran tetap terpantau dan tidak berubah fungsi menjadi sekadar kegiatan di rumah tanpa pengawasan.

Purwanto menegaskan, jangka waktu PJJ tidak ditetapkan secara seragam.

 “Situasinya menyesuaikan analisa setiap wilayah. Jadi ada yang tetap tatap muka, ada yang daring, dan itu parsial sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan imbauan khusus kepada para siswa. Mengingat banyak di antara mereka yang sudah memasuki usia remaja dengan rasa ingin tahu besar terhadap situasi sekitar, Purwanto menekankan pentingnya sikap bijak.

“Semua sekolah harus memberikan edukasi kepada anak-anaknya bahwa apa yang dilakukan harus berdasarkan tanggung jawab kita sebagai warga negara. Jangan ikut-ikutan pada hal-hal yang kita tidak tahu tujuannya, apalagi kalau merugikan masyarakat umum,” ucapnya.

Peran guru pun dinilai sangat penting dalam menjaga suasana kondusif di lingkungan pendidikan. Guru diminta aktif memberi pemahaman agar siswa tidak mudah terprovokasi dan mampu menyaring informasi yang diterima.

“Guru-guru kita diminta memberikan edukasi, pemahaman, dan dorongan kepada siswa untuk melakukan hal-hal yang positif, bertanggung jawab, serta tidak mudah termakan provokasi. Informasi yang masuk harus dikonfirmasi dan diverifikasi,” kata Purwanto. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved