Selasa, 21 April 2026

42 Kecamatan di Kabupaten Garut Hari Ini Akan Diguyur Hujan

Prediksi cuaca hari ini untuk Kabupaten Garut, sebanyak 42 kecamatan akan diguyur hujan sedang sampai dengan hujan berpetir

Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com
PREDIKSI CUACA - Prediksi cuaca hari ini untuk Kabupaten Garut, sebanyak 42 kecamatan akan diguyur hujan sedang sampai dengan hujan berpetir 

"Awal musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Maret 2026: 1 ZOM (2,4 persen), meliputi wilayah Bekasi bagian utara, Kota Bekasi bagian utara, dan Karawang bagian barat laut.
Selanjutnya, pada April 2026: 4 ZOM (9,8 persen ), diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta bagian timur laut, Subang bagian utara, Indramayu, serta sebagian wilayah Cirebon. Sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026: 23 ZOM (56,1 persen ), meliputi sebagian wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, serta wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciamis, dan Banjar," katanya.

Kemudian pada Juni 2026: 12 ZOM (29,3 % ), musim kemarau diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur bagian barat laut, Bandung Raya, Kabupaten Garut bagian tenggara, Tasikmalaya bagian selatan, dan Pangandaran bagian barat. Selain itu terdapat 1 ZOM bertipe satu musim (2,4 % ).

Secara umum, sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan durasi kemarau berkisar 13–15 dasarian dan diprediksi memiliki durasi lebih panjang dari normal.

"Dengan sifat hujan yang didominasi bawah normal dan durasi kemarau yang cenderung lebih panjang, potensi dampak yang perlu diwaspadai, antara lain: kekeringan meteorologis, penurunan ketersediaan air bersih, gangguan irigasi pertanian, peningkatan resiko kebakaran hutan dan lahan. Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kekeringan, penurunan ketersediaan air, gangguan irigasi pertanian, serta peningkatan resiko kebakaran hutan dan lahan, melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal dan penyesuaian kalender tanam," katanya.(*)

 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved