Senin, 11 Mei 2026

Siaga Dampak Bibit Siklon Tropis 93S di Garut, Nelayan Terpaksa Libur Melaut

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat tengah bersiaga menghadapi hujan lebat dan angin kencang

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
BPBD Sumedang untuk Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
MEMANCING - Seorang warga memancing ikan di terumbu karang Pantai Karangpapak, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (8/7/2025) 
Ringkasan Berita:* Siklon tropis 93S diprediksi bisa menerjang Kabupaten Garut
* BPBD dan relawan disiagakan penuh
* Nelayan terpaksa libur melaut sebagai antisipasi

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat tengah bersiaga menghadapi hujan lebat dan angin kencang akibat dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 93S.

Sebelumnya BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 93S ini diprediksi atau memiliki peluang tinggi untuk menjadi Siklon Tropis

"Kami telah mengerahkan seluruh potensi sumberdaya untuk menghadapi cuaca ekstrem, bencana longsor, banjir dan pergerakan tanah," ujar Kepala Pelaksana BPBD Garut Aah Saepul Anwar kepada Tribun, Minggu (20/12/2025).

Ia menuturkan, Pemkab Garut sendiri sudah mengeluarkan surat keputusan bupati terkait status siaga darurat bencana.

Keputusan tersebut ucapnya, telah diteken bupati Garut pada 6 Oktober 2025 dan berlaku hingga 30 April 2026.

Baca juga: Harga Tiket 5 Wisata Air yang Seru dan Asyik di Kabupaten Garut

"Mitigasi ini melibatkan seluruh unsur mulai dari TNI-Polri, pemerintahan tingkat desa, Pemkab hingga relawan agar penanganan ketika terjadi bencana bisa cepat dan terpadu," ungkapnya.

Koordinator Forum Relawan Kebencanaan Garut Selatan Ipi Mupliana mengatakan bahwa saat ini sejumlah relawan juga tengah bersiap siaga memantau kondisi cuaca di wilayah selatan Garut.

Perhari ini diketahui gelombang besar tengah menerjang pantai selatan Garut yang mengakibatkan nelayan tidak bisa beraktifitas di lautan lepas.

Sejak Oktober kata Ipi, sejumlah nelayan meningkatkan kewaspadaan saat melaut, diantaranya menepi jika cuaca tiba-tiba berubah.

"Gelombang tinggi ini sudah sejak awal Desember naik turun, dan hari ini nelayan juga libur melaut karena angin kencang cuaca buruk," ujarnya saat dihubungi Tribun.

Berdasarkan amatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S berpotensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis pada 21 Desember 2025.

Siklon tropis adalah sistem cuaca bertekanan rendah yang terbentuk di atas perairan hangat wilayah tropis, ditandai dengan angin kencang yang berputar mengelilingi pusat badai. 

Dampak siklon tropis terhadap cuaca cukup signifikan, antara lain hujan lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, serta potensi banjir dan tanah longsor.

Dampak tersebut meliputi potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, yakni Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selain hujan lebat, wilayah-wilayah tersebut juga berpotensi mengalami angin kencang yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, kondisi gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 1,5 hingga 2,5 meter atau kategori sedang (moderate sea) di sejumlah perairan, meliputi perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa Timur hingga NTB, Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga NTB.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved