Selasa, 12 Mei 2026

Menteri UMKM Minta Pelaku Usaha Bijak Dalam Mengelola Modal

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengingatkan para pelaku UMKM agar bijak dalam mengelola modal

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/sidqi al ghifari
MENTERI UMKM - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman usai memberikan arahan kepada pelaku UMKM dalam kegiatan lokomotif akses permodalan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025) sore. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari


TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengingatkan para pelaku UMKM agar bijak dalam mengelola modal usaha yang diterima.

Menurutnya, tantangan terbesar justru muncul setelah dana bantuan cair.

"Jangan disalahgunakan. Kita pemerintah hanya bisa memberikan kesempatan. Kata kuncinya ada sama bapak dan ibu," ucap Maman saat memberikan arahan kepada pelaku UMKM dalam kegiatan lokomotif akses permodalan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025) sore.

Ia menuturkan, modal usaha seharusnya digunakan untuk mengembangkan usaha, bukan sekadar memenuhi keinginan konsumtif. 

Sebesar apa pun bantuan modal yang diberikan, kata dia, tidak akan bermanfaat jika penerimanya tidak memiliki kedisiplinan dalam mengelola keuangan.

"Jadi mau sehebat apa pun (modal), tapi kalau tak punya rasa disiplin, saya yakin enggak akan ada gunanya," ungkapnya.

Mantan Anggota DPR RI itu menjelaskan, setelah modal cair biasanya muncul godaan besar untuk membeli hal-hal di luar kebutuhan usaha.

Ia mewanti-wanti para pelaku usaha agar disiplin dalam mengatur keuangan, karena jika diabaikan bisa berujung pada kegagalan usaha atau kredit macet.

"Hati-hati menggunakannya, sering sekali sebelum pegang uang modal itu semangat untuk berusaha tinggi, tapi setelah kita pegang duit, nah mulai (tergoda)," ungkapnya.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan saat ini banyak pengusaha kecil menengah di Garut yang layak untuk dibiayai modal usaha namun terkendala dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Mereka ungkapnya, sebagai besar hanya bermasalah di SLIK dengan hutang Rp. 5 juta ke bawah, agar UMKM di Garut bisa seluruhnya dapat akses modal untuk usaha mereka.

"Tadi saya minta ke Pak Menteri, bisa gak sih kalo yang di bawah lima juta itu mereka (dibersihkan) BI Chekingnya, toh ga banyak ada batasnya," ujar Syakur.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved