Mengenal Megathrust Tsunami di Garut Selatan, Komunitas Kebencanaan Tingkatkan Skill Rescue

Mengenal Megathrust Tsunami di Garut Selatan, Komunitas Kebencanaan Tingkatkan Skill Rescue

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
istimewa
PELATIHAN - Puluhan komunitas alam dan kebencanaan mengikuti pelatihan keterampilan pertolongan pertama dan teknik penyelamatan (rescue) dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya ancaman tsunami akibat megathrust di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). 

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT – Puluhan komunitas kebencanaan di wilayah selatan Kabupaten Garut berkumpul untuk meningkatkan keterampilan pertolongan pertama dan teknik penyelamatan (rescue) dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya ancaman tsunami akibat megathrust.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan pesisir Garut Selatan selama dua hari ini, yang diikuti oleh berbagai relawan dari komunitas pecinta alam dan kebencanaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan bahwa Kabupaten Garut termasuk dalam wilayah dengan tingkat kerentanan bencana tinggi dengan kategori multi hazard atau all hazard approach (AHA).

"Karena itu, kesiapsiagaan multi sektor mutlak diperlukan. Kegiatan relawan di Garut Selatan ini adalah contoh kemandirian masyarakat dalam menghadapi ancaman megathrust tsunami," kata Nurdin kepada Tribunjabar.id, Sabtu (30/8/2025).

Ia menuturkan langkah Forum Relawan Penanggulangan Bencana Garut Selatan yang berkolaborasi dengan BPBD Jawa Barat patut diapresiasi.

Baca juga: Lagi di Garut? Jangan Lupa Singgah di 10 Spot Sarapan Terkenal Murce, Ada Bubur Ayam Hingga Surabi

Adanya kegiatan seperti sekarang ini ungkapnya, adalah bentuk kesadaran kemandirian yang dibangun dari masyarakat yang telah menyadari tinggal di daerah dengan ancaman megathrust tsunami. 

"Intinya mereka sadar sebagai masyarakat pesisir bahwa membangun kesadaran tentang bencana harus dimulai dari diri sendiri dengan kemandirian," ucapnya.

Koordinator Relawan Penanggulangan Bencana Garut Selatan Ipi Mupliana mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut peserta dibekali dengan berbagai skill rescue dan mitigasi bencana.

"Ini adalah kesempatan kami dan masyarakat pesisir untuk mengenal lebih dekat megathrust dan tsunami, kami persiapkan segalanya termasuk sumber dayanya," kata Ipi.

Ia menuturkan bahwa pihaknya juga menerima sejumlah bantuan rescue dari BPBD Jabar untuk menunjang aktivitas relawan di wilayahnya.

Ipi menyebut bahwa kesiapan masyarakat selatan Garut akan terus diasah untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

"Kami tidak ingin ada bencana, tapi bukan berarti kami abai tentang kesiapan menghadapi bencana itu," ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun memberikan apresiasi atas inisiatif yang muncul dari masyarakat Garut Selatan.

"Kami mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh relawan Garsel. Hal ini merupakan langkah konkret peran serta masyarakat dalam membantu pemerintah untuk siap siaga terhadap bencana," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved