Rabu, 27 Mei 2026

Skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis di Cihaurbeuti Sasar 135 Orang Warga

UPTD Puskesmas Sukamulya menggelar skrining sistematis TBC yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Machmud Mubarok
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
SKRINING TBC - Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis melalui UPTD Puskesmas Sukamulya menggelar kegiatan skrining sistematis TBC yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang dilaksanakan di Aula Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis dengan melibatkan warga dari dua desa, yakni Desa Cijulang dan Desa Sukasetia, Senin (25/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis melalui UPTD Puskesmas Sukamulya
  • Salah satunya dengan menggelar kegiatan skrining sistematis TBC yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
  • Selain pemeriksaan TBC, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM) secara gratis sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko penyakit yang kerap tidak disadari sejak awal.

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis melalui UPTD Puskesmas Sukamulya

Salah satunya dengan menggelar kegiatan skrining sistematis TBC yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis dengan melibatkan warga dari dua desa, yakni Desa Cijulang dan Desa Sukasetia, Senin (25/5/2026).

Selain pemeriksaan TBC, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM) secara gratis sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko penyakit yang kerap tidak disadari sejak awal.

Kepala UPTD Puskesmas Sukamulya H. Rustiadi S.KM melalui Programer TBC Puskesmas Sukamulya, Dede Sudrajat mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program skrining kesehatan yang dilakukan secara bertahap di wilayah kerja puskesmas.

"Jadi hari ini kami melaksanakan kegiatan skrining sistematis Tuberkulosis yang terintegrasi dengan kegiatan cek kesehatan PTM. Untuk pelaksanaan hari ini pesertanya berasal dari dua desa, yakni Desa Cijulang dan Desa Sukasetia," ujar Dede kepada wartawan.

Baca juga: Viral di TikTok, Keluarga Pasien TBC di Cidolog Beri Penjelasan Soal Mahalnya Tarif Mobil Desa

Baca juga: Kisah Pengabdian Elah Mudrikah, Kader TBC Ciamis Pernah Jaminkan KTP di RSUD Demi Pasien

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menyasar sekitar 135 orang yang masuk dalam kategori prioritas pemeriksaan. 

Sasaran utama terdiri dari kontak serumah pasien TBC, kontak erat dengan penderita, serta kelompok rentan lainnya seperti lansia maupun masyarakat dengan riwayat penyakit tertentu.

Menurut Dede, skrining dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan awal hingga pemeriksaan lanjutan menggunakan alat kesehatan khusus.

"Peserta menjalani skrining TBC terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemeriksaan X-ray atau rontgen. Setelah hasilnya dibaca dokter, nanti ditentukan apakah perlu pengobatan atau pemeriksaan lanjutan," katanya.

Apabila ditemukan indikasi abnormal dari hasil rontgen, lanjut Dede, maka peserta akan menjalani pemeriksaan dahak menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan ada atau tidaknya infeksi bakteri TBC.

"Kalau ada hasil abnormal ataupun gejala yang mengarah, nanti dilanjutkan pemeriksaan dahak di TCM. Dari situ baru bisa diketahui lebih pasti," jelasnya.

Tak hanya fokus pada TBC, kegiatan tersebut juga diintegrasikan dengan pemeriksaan penyakit tidak menular. 

Masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan dasar seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah hingga pemeriksaan gula darah.

Menurut Dede, integrasi layanan kesehatan itu dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses pemeriksaan dalam satu kegiatan sekaligus.

"Kami ingin masyarakat lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan. Jadi bukan hanya TBC, tetapi kesehatan secara umum juga diperiksa," ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan skrining seperti ini tidak dilakukan setiap bulan, namun dilaksanakan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi wilayah kerja masing-masing puskesmas.

"Pelaksanaannya bertahap di tiap Puskesmas dan tiap desa. Bisa dibilang agenda tahunan, tergantung hasil pemetaan dan data kasus di lapangan," katanya.

Dede menyebut Desa Cijulang menjadi salah satu lokasi prioritas pelaksanaan karena berdasarkan data kesehatan terdapat kasus baru TBC yang ditemukan pada tahun 2024 dan jumlahnya lebih tinggi dibanding wilayah sekitar, termasuk Desa Sukasetia.

"Indeks penetapan kegiatan di Desa Cijulang karena ada kasus baru pada 2024 dan jumlahnya lebih banyak dibanding Desa Sukasetia," ungkapnya.

Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit menular, khususnya TBC yang hingga kini masih menjadi perhatian dalam sektor kesehatan masyarakat.

"Mudah-mudahan masyarakat Desa Cijulang dan Desa Sukasetia bisa terbantu serta lebih mudah mengakses layanan kesehatan. Yang paling penting penyakit bisa terdeteksi sedini mungkin, terutama penyakit menular seperti Tuberkulosis," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cijulang Endang Hidayat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan skrining yang digelar UPTD Puskesmas Sukamulya tersebut.

Ia mengatakan pemerintah desa turut membantu menyosialisasikan kegiatan kepada masyarakat melalui kader Posyandu agar warga mau datang dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Alhamdulillah kami melalui kader Posyandu mengundang warga untuk melaksanakan skrining TBC dan cek kesehatan gratis," ujar Endang.

Dari Desa Cijulang sendiri, kata dia, sekitar 65 warga dari berbagai dusun hadir mengikuti kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut.

Meski begitu, pihak desa belum menerima laporan hasil pemeriksaan karena proses observasi dan penyampaian hasil dilakukan langsung oleh petugas kesehatan kepada peserta.

Endang berharap kegiatan tersebut dapat membantu mendeteksi warga yang berisiko terpapar TBC sekaligus menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat.

"Harapannya dengan adanya pemeriksaan ini bisa diketahui lebih dini apabila ada warga yang terjangkit TBC. Kalaupun tidak, minimal masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan memahami bahaya penyakit TBC," ujarnya.(*)

Baca Berita-berita TribunPriangan.com Lainnya di Google News

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved