Senin, 25 Mei 2026

Pria yang Loncat dari Jembatan Cirahong Ditemukan Tewas 3 KM dari Posisi Awal

Hari kedua operasi pencarian pria berinisial W, warga Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang sebelumnya dilaporkan diduga loncat

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/istimewa
EVAKUASI - Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban berinisial W yang loncat dari Jembatan Cirahong yang ditemukan di kawasan Leuwi Putat, Linggasari, Ciamis, Sabtu (23/5/2026). 

Ringkasan Berita:* Hari kedua operasi pencarian pria berinisial W, warga Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang sebelumnya dilaporkan diduga loncat dari kawasan Jembatan Cirahong akhirnya membuahkan hasil, Sabtu (23/5/2026)

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Hari kedua operasi pencarian pria berinisial W, warga Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang sebelumnya dilaporkan diduga loncat dari kawasan Jembatan Cirahong akhirnya membuahkan hasil, Sabtu (23/5/2026).

Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 10.33 WIB di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di kawasan Leuwi Putat, Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis.

Korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif menggunakan perahu karet di sejumlah titik sepanjang aliran Sungai Citanduy.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan penemuan korban tersebut.

Menurut Ani, derasnya arus Sungai Citanduy pasca hujan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban terbawa cukup jauh dari titik awal kejadian.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pria Diduga Lompat dari Jembatan Cirahong, Warga Sempat Diajak Ngobrol

"Pada hari kedua operasi pencarian, tim gabungan akhirnya menemukan korban di sekitar Leuwi Putat," ujar Ani Supiani saat ditemui di lokasi pencarian, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, lokasi penemuan korban diperkirakan berjarak sekitar tiga kilometer dari titik awal di kawasan Jembatan Cirahong.

"Kondisi debit air dan arus sungai cukup kuat sehingga korban terbawa dari lokasi awal," katanya.

Proses evakuasi korban sempat berjalan cukup menantang. Tim SAR gabungan harus memperhitungkan kondisi medan di sekitar lokasi penemuan yang didominasi tebing curam dan akses cukup sulit.

Demi keselamatan personel, petugas memutuskan mengalihkan jalur evakuasi melalui titik yang lebih aman di wilayah Ciamis.

"Medan di lokasi cukup sulit sehingga tim memilih jalur evakuasi yang lebih aman dan landai," ungkap Ani.

Setelah berhasil dievakuasi, korban selanjutnya dibawa untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, BPBD, Tagana, TNI-Polri serta relawan gabungan dari Ciamis dan Tasikmalaya resmi dihentikan.

Setelah dievakuasi dari Ciamis, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit di Kota Tasikmalaya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved