Senin, 4 Mei 2026

Harga Plastik di Tasik Ciamis Meroket

Harga Plastik Naik Hingga 50 Persen, UMKM di Ciamis Mulai Mengeluh

Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak awal April 2026 mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha dan masyarakat di Kabupaten Ciamis

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
KENAIKAN HARGA PLASTIK - Erik, pemilik Toko Bagja Jaya Plastik di Blok A Pasar Manis Ciamis, menyebut kenaikan harga sudah mulai terasa sejak bulan Ramadan. Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak awal April 2026 mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha dan masyarakat di Kabupaten Ciamis, Senin (6/4/2026). 

Tak hanya itu, harga cup untuk kemasan minuman berbahan plastik juga ikut naik.

“Untuk cup, dulu Rp7.500, sekarang jadi Rp11 ribu per pack isinya 50,” jelas Erik.

Jika dirata-ratakan, kenaikan harga beberapa jenis plastik berkisar di angka Rp6.000.

Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Erik mengaku kerap menghadapi keluhan dari pembeli.

“Pembeli banyak yang marah-marah, mengeluh karena harga naik,” katanya.

Bahkan, menurutnya, kondisi ini turut memengaruhi pendapatan dari hasil dagangannya.

“Penghasilan menurun, bisa sampai sekitar 50 persen,” ujarnya.

Ia juga menyebut distribusi barang saat ini kurang lancar dan diduga dipengaruhi situasi global, termasuk isu perang yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Kenaikan harga plastik juga mulai dirasakan hingga ke tingkat konsumen. Pedagang makanan terpaksa melakukan penyesuaian.

“Biasanya kalau pedagang makanan, porsinya dikurangi atau harga jual dinaikkan karena biaya kemasan ikut naik,” kata Erik.

Dampak kenaikan harga plastik juga dirasakan pedagang buah di Pasar Manis Ciamis

Salah satunya Feri, yang harus memutar otak agar tetap bisa berjualan tanpa menambah beban biaya.

Feri menyiasati kondisi tersebut dengan menyesuaikan ukuran kantong plastik yang diberikan kepada pembeli.

“Kalau pembelian satu sampai dua kilo, saya kasih kantong kresek ukuran 15, jadi dipas-pasin biar tetap cukup,” ujarnya.

Menurutnya, cara tersebut dilakukan agar pengeluaran untuk plastik tidak semakin membengkak di tengah harga yang terus naik.(*)

 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved