Selasa, 14 April 2026

Tempat Praktik Bidan Warnengsih di Bantardawa Ciamis Rusak Diterjang Angin

Sore itu, langit di Dusun Bantardawa mendadak berubah muram. Angin datang tanpa aba-aba, berputar liar

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
RUSAK - Kondisi tempat praktik Bidan Warnengsih di Dusun Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis yang hampir seluruh atapnya hancur tersapu angin puting beliung, petugas gabungan TNI/Polri dan warga gotong royong menyingkirkan material runtuhan atap, Minggu (29/3/2026). 

Ringkasan Berita:* Sore itu, langit di Dusun Bantardawa mendadak berubah muram. Angin datang tanpa aba-aba, berputar liar, mengangkat apa saja yang dilaluinya, Sabtu (28/3/2026

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Sore itu, langit di Dusun Bantardawa mendadak berubah muram. Angin datang tanpa aba-aba, berputar liar, mengangkat apa saja yang dilaluinya, Sabtu (28/3/2026).

Atap rumah beterbangan, pepohonan tumbang dan dalam hitungan menit, kehidupan warga berubah.

Di antara deretan rumah yang porak-poranda, sebuah bangunan milik Bidan Warnengsih menjadi salah satu yang paling terdampak. 

Bukan hanya rumah tinggal, tetapi juga tempat praktik yang selama ini menjadi sandaran warga untuk berobat.

Saat bencana terjadi, Warnengsih justru sedang berada jauh dari rumah. Ia menghadiri sebuah acara di Sukadana.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Ciamis, Puluhan Rimah Rusak

Kabar buruk belum ia terima, tetapi firasatnya mulai gelisah ketika hujan deras dan angin kencang menghadangnya dalam perjalanan pulang.

Dari kejauhan, ia sempat melihat pusaran angin besar berputar.

“Kelihatan muter-muter, besar sekali. Tapi saya takut mendekat,” tuturnya lirih, Minggu (29/3/2026).

Kecemasan itu bukan tanpa alasan, di rumah, anaknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA tengah sendirian.

Begitu tiba di kampung halaman, pemandangan yang ia lihat membuat langkahnya semakin cepat. Atap rumah tetangga sudah beterbangan hingga ke sawah.

Saat itu, satu hal yang terlintas di benaknya yakni rumahnya pasti tak lagi utuh.

Benar saja, rumah juta tempat praktiknya sudah dalam kondisi hancur. 

Atap bangunan tempat praktik itu beterbangan, dinding jebol, dan air hujan masuk tanpa hambatan, menggenangi hampir seluruh ruangan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved