Rabu, 13 Mei 2026

Jemaah Muhammadiyah Ciamis Gelar Salat Idulfitri, Ini Pesan Moral yang Disampaikan Khatib

Ribuan jemaah Muhammadiyah di Kabupaten Ciamis melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026)

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
Ribuan jemaah Muhammadiyah di Kabupaten Ciamis saat melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026), mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 

Ringkasan Berita:Ribuan jemaah Muhammadiyah di Kabupaten Ciamis melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026), mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Ribuan jemaah Muhammadiyah di Kabupaten Ciamis melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026), mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelaksanaan Salat Id tidak hanya terpusat di lingkungan STIKes Muhammadiyah Ciamis, tetapi juga digelar di sejumlah pimpinan cabang Muhammadiyah lainnya di Kabupaten Ciamis.

Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis sekaligus khatib Salat Id, Nur Hidayat, SKM, M.M, mengatakan pelaksanaan Salat Id tahun ini berjalan sesuai keputusan organisasi dan menjadi momentum penting untuk menguatkan nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan Salat Id sesuai dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Jumat, 20 Maret 2026. Saya kira bukan hanya terpusat di STIKes, tetapi juga ada beberapa pimpinan cabang yang lain,” ujar Nur Hidayat saat diwawancarai usai Salat Id di Lapang STIKes Muhammadiyah Ciamis.

Menurut dia, Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan setelah Ramadan, tetapi juga sebagai pengingat agar nilai-nilai ketakwaan benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa 30 Ramadan 1447 H/20 Maret 2026 di Kabupaten Sumedang, Garut dan Ciamis

“Pesan moralnya, hari ini kita perlu meningkatkan nilai-nilai ketakwaan yang diterjemahkan dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama yang berhubungan dengan hablum minannas. Sekarang masyarakat banyak sekali yang perlu diberdayakan, sehingga momen ini menjadi penting untuk mengimplementasikan nilai-nilai takwa dalam proses kehidupan keseharian,” katanya.

Ia menjelaskan, ibadah yang selama Ramadan lebih menekankan hubungan manusia dengan Allah atau hablum minallah, semestinya setelah Idulfitri diwujudkan dalam kehidupan sosial yang lebih nyata.

“Hablum minallah yang selama ini kita laksanakan di bulan suci Ramadan, sudah semestinya hari ini diterjemahkan langsung dalam proses kehidupan kita sehari-hari,” ucapnya.

Terkait adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri, Nur Hidayat menilai hal tersebut merupakan bagian dari ranah ijtihad yang harus disikapi secara bijak.

“Kalau kaitannya dengan perbedaan hari raya, saya kira kita menyikapinya karena ini memang urusannya ijtihad. Kita di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ciamis tentu sami’na wa atha’na kepada keputusan Pimpinan Pusat,” katanya.

Ia menambahkan, perbedaan pandangan dalam penentuan hari raya merupakan sesuatu yang wajar karena masing-masing memiliki dasar kajian dan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

“Itu hasil kajian, dan saya kira secara keilmuan memang ada proses perbedaan. Itu wajar, karena masing-masing memiliki dasar dan kekuatan dalil yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Usai pelaksanaan Salat Id, kegiatan di lingkungan Muhammadiyah Ciamis dilanjutkan dengan agenda silaturahmi di masing-masing pimpinan cabang. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved