Selasa, 28 April 2026

Ramadan 2026

Tadarus Ramadan di Ponpes Darussalam Ciamis, Santri Berlomba Khatam Quran

Suasana Ramadan di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis terasa berbeda dibandingkan tempat lain. 

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
TADARUS - Suasana Ramadan di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, momen ratusan santri melakukan tadarus Al Quran usai melaksanakan salat dzuhur di Gedung Nadwatul Ummah, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Jumat (6/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ramadan di Ponpes Darussalam Ciamis unik: santri salat tarawih pukul 02.00 dini hari lalu sahur dan Subuh berjamaah.
  • Sekitar 800 dari 1.200 santri ikut kegiatan Ramadan.
  • Santri rutin tadarus dan ditargetkan khatam Al-Qur’an selama Ramadan.

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Suasana Ramadan di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis terasa berbeda dibandingkan tempat lain. 

Para santri di pesantren tersebut melaksanakan salat tarawih pada pukul 02.00 dini hari, kemudian dilanjutkan sahur bersama sebelum melaksanakan salat Subuh berjamaah.

Selain itu, para santri juga menjalani berbagai rangkaian kegiatan keagamaan selama 24 jam, mulai dari pengajian, sekolah, hingga tadarus Al-Qur’an yang ditargetkan khatam selama Ramadan.

Pemimpin muda Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Defikri Natadiwangsa mengatakan, Ramadan merupakan momentum bagi para santri untuk lebih mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

“Karena Ramadan adalah syahrul Qur’an atau bulan Al-Qur’an, maka para santri didorong untuk terus membaca, mengkaji, dan menghafal Al-Qur’an. Setelah salat, bahkan sebelum salat pun para santri biasanya membawa Al-Qur’an untuk tadarus,” ujarnya saat diwawancarai di Gedung Nadwatul Ummah, Ponpes Darussalama Ciamis, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Kisah Qonita, Santriwati MAN 1 Darussalam Ciamis: Hafal 30 Juz Sejak MTs dengan Metode Putaran

Biasanya para santri melakukan tadarus Al-Qur'an secara rutin setiap selesai salat wajib salah satunya usai salat dzuhur.

Menurut Defikri, setiap santri memiliki target tadarus selama Ramadan. 

Minimal mereka membaca satu hingga dua halaman setiap hari, bahkan banyak santri yang mampu menyelesaikan satu Al-Qur’an hingga khatam selama bulan suci tersebut.

“Nanti juga akan ada kegiatan tasmi’ul Qur’an, yaitu para hafiz dan hafizah membacakan hafalan Al-Qur’an di depan para santri lainnya. Biasanya kegiatan itu dilaksanakan pada akhir rangkaian kegiatan Ramadan,” katanya.

Ia menyebutkan jumlah santri yang mengikuti kegiatan Ramadan di Darussalam sekitar 1.200 orang. 

Namun, sebagian santri kelas akhir tidak mengikuti kegiatan secara penuh karena sedang melaksanakan ujian madrasah.

“Untuk yang hadir di kegiatan berjamaah di sini sekitar 800 santri, karena sebagian sedang mengikuti ujian di sekolah,” katanya.

Salah seorang santri kelas X MAN 1 Darussalam, Kayla Azka Nadhifah, menceritakan aktivitas keseharian santri selama Ramadan.

Ia mengatakan para santri dibangunkan sekitar pukul 02.00 dini hari untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid atau gedung pesantren.

“Setelah tarawih kami langsung bersiap untuk sahur di asrama masing-masing. Setelah itu kembali lagi untuk salat Subuh berjamaah, lalu ada kuliah subuh dari pimpinan pesantren,” ujarnya.

Setelah kegiatan Subuh, para santri bersiap mengikuti kegiatan belajar mengajar di madrasah yang dilaksanakan setengah hari selama Ramadan.

Sementara pada sore hari, para santri mengikuti pengajian khusus dengan mempelajari kitab Akhlakul Muslim yang membahas tentang akhlak seorang muslim.

Menjelang waktu berbuka puasa, para santri biasanya mengisi waktu dengan kegiatan ngabuburit di bazar Ramadan yang disediakan di lingkungan pesantren.

“Kegiatannya cukup padat, tapi kami sudah terbiasa. Justru terasa menarik karena salat tarawihnya dilaksanakan jam dua pagi, berbeda dengan di tempat lain,” katanya.

Selain itu, para santri juga menjalani program tadarus yaitu membaca Al-Qur’an secara rutin setiap hari selama Ramadan.

Salah seorang santri Pondok Pesantren Nurusalam Ciamis, Adnan Ramadani Rahman menambahkan kegiatan tadarus biasanya dilakukan setelah salat wajib dan wirid.

“Setelah salat wajib biasanya dilanjutkan dengan wirid, kemudian salat sunnah. Setelah itu baru dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an setiap santri berbeda-beda. 

Namun selama Ramadan, banyak santri yang mampu menyelesaikan bacaan Al-Qur’an lebih dari satu kali.

“Alhamdulillah ada yang bisa khatam tiga kali, ada yang dua kali, ada juga yang satu kali selama Ramadan. Itu tergantung dari rutin tidaknya membaca Al-Qur’an,” katanya.(*)

 

Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved