Jumat, 5 Juni 2026

Tarawih Keliling di Ciamis

Bupati Ciamis Soroti Dampak Digitalisasi hingga Kekerasan Anak Saat Tarling di Cihaurbeuti

Kegiatan Tarling tersebut berlangsung di Masjid Al Barkah, Dusun Desa RT 01/01, Desa Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kamis (5/3/2026) malam

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok.Prokopim Ciamis
TARLING BUPATI CIAMIS - Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyoroti dampak pesatnya perkembangan digitalisasi hingga persoalan kekerasan terhadap anak saat melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) atau Safari Ramadan di Masjid Al Barkah, Dusun Desa RT 01/01, Desa Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kamis (5/3/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat Tarling di Cihaurbeuti ingatkan dampak digitalisasi dan pentingnya pengawasan orang tua soal anak gunakan HP.
  • Pemkab menyoroti 85 kasus kekerasan perempuan dan anak di Ciamis pada 2024, sehingga perlu pengawasan bersama.
  • Pemkab juga menyalurkan bantuan bagi guru DTA/TPA, imam, RT/RW serta santunan BPJS sekitar Rp42 juta bagi ahli waris.

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyoroti dampak pesatnya perkembangan digitalisasi hingga persoalan kekerasan terhadap anak saat melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) atau Safari Ramadan tingkat Kabupaten Ciamis.

Kegiatan Tarling tersebut berlangsung di Masjid Al Barkah, Dusun Desa RT 01/01, Desa Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kamis (5/3/2026) malam.

Safari Ramadan kali ini dilaksanakan di wilayah Eks-Kewadanaan Panumbangan yang meliputi Kecamatan Panumbangan, Cihaurbeuti, Sindangkasih, Panjalu, dan Sukamantri.

Dalam sambutannya, Herdiat mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi digital yang kini semakin pesat dan menjangkau hingga ke wilayah pedesaan.

Baca juga: Kisah Qonita, Santriwati MAN 1 Darussalam Ciamis: Hafal 30 Juz Sejak MTs dengan Metode Putaran

Menurutnya, saat ini hampir setiap orang memiliki telepon genggam yang dapat diakses kapan saja, termasuk oleh anak-anak.

“Perkembangan digitalisasi sekarang sangat cepat. Hampir semua orang punya handphone, termasuk anak-anak. Karena itu pengawasan orang tua sangat penting agar tidak terjadi penyalahgunaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, peran keluarga terutama orang tua menjadi kunci dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif.

Selain itu, Herdiat juga menyinggung persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Ciamis yang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Berdasarkan data tahun 2024, tercatat sekitar 85 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Ciamis, yang meliputi kekerasan seksual, penganiayaan, hingga perundungan.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban. Orang tua, guru, tokoh masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama mengawasi dan melindungi mereka,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila dalam beberapa tahun terakhir terdapat sejumlah program pembangunan yang belum dapat dilaksanakan secara maksimal.

Ia menjelaskan kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan kemampuan anggaran daerah yang berdampak pada pelaksanaan beberapa program pembangunan.

“Mohon maaf apabila ada program yang tertunda atau belum maksimal. Mudah-mudahan ke depan kita bisa memperbaiki dan pembangunan di Ciamis bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved