Selasa, 7 April 2026

Ramadan 2026

Pesantren Ramadan Jurnalis Digelar di Ponpes Darussalam Ciamis, Sekda Tekankan Etika Profesi

Pesantren Ramadan tingkat Kabupaten Ciamis tahun 1447 H/2026 M kategori jurnalis kembali digelar di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
PESANTREN RAMADAN - Pesantren Ramadan tingkat Kabupaten Ciamis tahun 1447 H/2026 M kategori jurnalis kembali digelar di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Kamis (5/3/2026) sore. 

Ringkasan Berita:
  • Pesantren Ramadan jurnalis 2026 digelar di Ponpes Darussalam Ciamis sebagai ruang refleksi spiritual dan penguatan etika profesi insan pers.
  • Sekda Andang menekankan jurnalis harus menjaga niat, akurasi, dan diksi karena informasi media sangat memengaruhi masyarakat.
  • Ulama berharap sinergi pemerintah, ulama, dan pers untuk membangun literasi publik.

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Pesantren Ramadan tingkat Kabupaten Ciamis tahun 1447 H/2026 M kategori jurnalis kembali digelar di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Kamis (5/3/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan etika profesi bagi para insan pers di Kabupaten Ciamis.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan pembekalan kepada para jurnalis mengenai pentingnya menjaga niat, etika, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, profesi jurnalis merupakan profesi strategis yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat.

Baca juga: Bapenda Ciamis Gencar Sosialisasi Pajak 2026, Warga Kini Bisa Bayar PBB via QRIS hingga Marketplace

Ia menilai informasi yang disampaikan media dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan kebaikan, namun juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman jika tidak disampaikan secara tepat.

“Teman-teman media adalah ujung tombak. Informasi yang disampaikan bisa menjadi kebaikan, tetapi juga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu diperlukan tuntunan, kehati-hatian, serta penggunaan hati dalam menulis dan menyampaikan berita,” ujar Andang.

Ia menambahkan, media juga memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, informasi yang disampaikan oleh insan pers seringkali menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan.

“Bagi kami di pemerintahan, informasi dari media menjadi bahan koreksi dan pengetahuan. Dari pemberitaan itulah kami mengetahui berbagai persoalan yang perlu segera ditindaklanjuti,” katanya.

Andang juga mengingatkan para jurnalis agar selalu menjaga akurasi informasi serta menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam setiap pemberitaan.

Ia menilai pemilihan diksi dalam penulisan berita juga sangat menentukan bagaimana masyarakat menerima informasi secara bijak tanpa menimbulkan polemik.

“Pemilihan diksi yang tepat dalam pemberitaan sangat menentukan bagaimana masyarakat menerima informasi secara bijak tanpa memicu polemik yang tidak perlu,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bulan suci Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, tidak hanya dalam kehidupan pribadi tetapi juga dalam menjalankan profesi.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved