Selasa, 5 Mei 2026

Rombongan Jemaah Umroh Asal Ciamis Selamat dari Dampak Perang Amerika-Iran

Rombongan jemaah umroh asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bisa kembali ke Tanah Air sehari sebelum pecahnya konflik antara

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/istimewa
SUDAH PULANG - Potret rombongan jemaah umroh PT Dawa Cahaya Ummat asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat saat berada di tanah suci dan mereka bisa kembali ke Tanah Air sehari sebelum pecahnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, Jumat (27/2/2026). 
Ringkasan Berita:* Rombongan jemaah umroh asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bisa kembali ke Tanah Air sehari sebelum pecahnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Rombongan jemaah umroh asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bisa kembali ke Tanah Air sehari sebelum pecahnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Direktur PT Dawa Cahaya Ummat, H. Wawan Malik Marwan, mengatakan rombongan jemaahnya tiba di Indonesia pada Jumat (27/2/2026). 

Sehari berselang, Sabtu (28/2/2026), terjadi serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

“Hari Jumat lalu sudah tiba di Indonesia, Sabtu terjadi perang. Alhamdulillah jemaah sudah di rumah masing-masing,” ujar H. Wawan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, situasi geopolitik tersebut sangat berdampak terhadap keberangkatan ibadah umroh. 

Baca juga: Pemudik yang Melintasi Wilayah Utara Ciamis Diminta Waspada

Meski konflik tidak terjadi di Arab Saudi, kondisi perang di kawasan Timur Tengah membuat penerbangan dan jadwal perjalanan menjadi tidak menentu.

“Pasti berdampak. Kami tidak mau ambil risiko untuk tetap memberangkatkan jemaah dalam kondisi seperti ini,” katanya.

Ia menyebut, pihaknya memilih menunda keberangkatan demi keselamatan dan kenyamanan jemaah

Di samping itu, Wawan juga mengatakan bahwa tidak ada jemaah yang akan berangkat umroh dalam waktu dekat ini, karena rencana keberangkatan lagi di Bulan Muharam atau setelah lebaran Idul Adha mendatang.

Selain faktor keamanan, kondisi psikologis jemaah juga menjadi pertimbangan.

“Jemaah juga pasti khawatir. Dalam situasi seperti ini, mereka lebih memahami kalau keberangkatan ditunda dulu,” ujarnya.

H. Wawan mengungkapkan, dampak konflik tersebut berimbas pada kerugian finansial perusahaan travel umroh dan haji. 

Ia memperkirakan kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah, bahkan berpotensi hingga miliaran, tergantung jumlah jemaah dan paket perjalanan.

“Misalnya satu paket harganya Rp 25 juta, dengan keuntungan sekitar Rp 1 juta per jemaah. Tinggal dikalikan saja jumlah jemaahnya. Bisa ratusan juta,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dana jemaah tidak mengendap di pihak travel miliknya.

Setiap dana yang masuk langsung digunakan untuk kebutuhan operasional keberangkatan, seperti tiket pesawat, hotel, dan layanan di Tanah Suci.

“Tidak ada istilah uang jemaah mengendap di kami. Setiap keberangkatan, dana langsung terpakai. Untuk travel lain mungkin berbeda teknisnya,” katanya.

Ia berharap konflik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat segera mereda agar aktivitas perjalanan ibadah umroh kembali normal.

“Kami tentu berharap situasi segera kondusif, supaya jemaah bisa kembali beribadah dengan tenang,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved