Rombongan Jemaah Umroh Asal Ciamis Selamat dari Dampak Perang Amerika-Iran
Rombongan jemaah umroh asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bisa kembali ke Tanah Air sehari sebelum pecahnya konflik antara
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Rombongan jemaah umroh asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bisa kembali ke Tanah Air sehari sebelum pecahnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Rombongan jemaah umroh asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bisa kembali ke Tanah Air sehari sebelum pecahnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Direktur PT Dawa Cahaya Ummat, H. Wawan Malik Marwan, mengatakan rombongan jemaahnya tiba di Indonesia pada Jumat (27/2/2026).
Sehari berselang, Sabtu (28/2/2026), terjadi serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.
“Hari Jumat lalu sudah tiba di Indonesia, Sabtu terjadi perang. Alhamdulillah jemaah sudah di rumah masing-masing,” ujar H. Wawan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, situasi geopolitik tersebut sangat berdampak terhadap keberangkatan ibadah umroh.
Baca juga: Pemudik yang Melintasi Wilayah Utara Ciamis Diminta Waspada
Meski konflik tidak terjadi di Arab Saudi, kondisi perang di kawasan Timur Tengah membuat penerbangan dan jadwal perjalanan menjadi tidak menentu.
“Pasti berdampak. Kami tidak mau ambil risiko untuk tetap memberangkatkan jemaah dalam kondisi seperti ini,” katanya.
Ia menyebut, pihaknya memilih menunda keberangkatan demi keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Di samping itu, Wawan juga mengatakan bahwa tidak ada jemaah yang akan berangkat umroh dalam waktu dekat ini, karena rencana keberangkatan lagi di Bulan Muharam atau setelah lebaran Idul Adha mendatang.
Selain faktor keamanan, kondisi psikologis jemaah juga menjadi pertimbangan.
“Jemaah juga pasti khawatir. Dalam situasi seperti ini, mereka lebih memahami kalau keberangkatan ditunda dulu,” ujarnya.
H. Wawan mengungkapkan, dampak konflik tersebut berimbas pada kerugian finansial perusahaan travel umroh dan haji.
Ia memperkirakan kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah, bahkan berpotensi hingga miliaran, tergantung jumlah jemaah dan paket perjalanan.
“Misalnya satu paket harganya Rp 25 juta, dengan keuntungan sekitar Rp 1 juta per jemaah. Tinggal dikalikan saja jumlah jemaahnya. Bisa ratusan juta,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dana jemaah tidak mengendap di pihak travel miliknya.
Setiap dana yang masuk langsung digunakan untuk kebutuhan operasional keberangkatan, seperti tiket pesawat, hotel, dan layanan di Tanah Suci.
“Tidak ada istilah uang jemaah mengendap di kami. Setiap keberangkatan, dana langsung terpakai. Untuk travel lain mungkin berbeda teknisnya,” katanya.
Ia berharap konflik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat segera mereda agar aktivitas perjalanan ibadah umroh kembali normal.
“Kami tentu berharap situasi segera kondusif, supaya jemaah bisa kembali beribadah dengan tenang,” pungkasnya.(*)
| Ular Sanca 4 Meter Muncul dari Saluran Air di Kawali, Damkar Ciamis Lakukan Evakuasi |
|
|---|
| Oknum PPPK Guru di Ciamis Jadi Tersangka, Polisi Bongkar Penipuan Berkedok Program MBG |
|
|---|
| Sebelum Gempa M4,2 Terjadi 2 kali Gempa di Pangandaran dan Bandung Selasa Jelang Subuh |
|
|---|
| Gempa Bumi Terkini di Jawa Barat M4,2 Guncang Pangandaran Selasa Pagi, Terasa Hingga Tasikmalaya |
|
|---|
| Bupati dari Sumatera Barat Kunjungi Ciamis Untuk Lihat Pengelolaan Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/jemaahumroahciamisselamtadsss.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.