Sabtu, 11 April 2026

Aksi Simbolis IMM Ciamis Bela Arianto Tawakal, Gelar Mimbar Bebas dan Teatrikal

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Ciamis menggelar aksi simbolis

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
AKSI - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Ciamis menggelar aksi simbolis sebagai bentuk bela sungkawa atas meninggalnya Arianto Tawakal di Maluku Utara, Kamis (26/2/2026) sore. 

Ringkasan Berita:* Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Ciamis menggelar aksi simbolis sebagai bentuk bela sungkawa atas meninggalnya Arianto Tawakal di Maluku Utara, Kamis (26/2/2026) sore

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Ciamis menggelar aksi simbolis sebagai bentuk bela sungkawa atas meninggalnya Arianto Tawakal di Maluku Utara, Kamis (26/2/2026) sore.

Aksi tersebut digelar dalam bentuk mimbar bebas, orasi, doa bersama, hingga pertunjukan seni teatrikal yang digelar di Area Alun-alun Ciamis.

Massa juga menyalakan lilin dan menghadirkan simbol replika kuburan sebagai bentuk duka cita serta kritik terhadap dugaan tindakan represif aparat.

Ketua Umum PC IMM Kabupaten Ciamis, Gin Gin Rahmat Permana, mengatakan aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi, melainkan bentuk refleksi dan sikap kritis mahasiswa terhadap berbagai kasus yang melibatkan institusi kepolisian.

“Kami melakukan aksi simbolis sebagai bentuk bela sungkawa terhadap korban Arianto Tawakal. Harapannya, kejadian serupa tidak terjadi di mana pun, khususnya di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat,” ujarnya.

Baca juga: Polres Ciamis Turun Tangan Bedah Rumah Warga di Kawali

Menurutnya, IMM mendorong agar Kepolisian Republik Indonesia segera melakukan pembenahan secara struktural maupun kultural. 

Sementara itu, Korlap Aksi, Muhamad Renaldi juga menyoroti pentingnya sistem pengawasan internal dan eksternal agar dugaan tindakan represif tidak terus berulang.

“Sering kali kasus-kasus itu direduksi menjadi oknum. Kata ‘oknum’ ini yang terus kami dengar. Padahal perlu ada pembenahan sistem secara menyeluruh,” katanya.

Aksi tersebut diikuti sekitar 50 mahasiswa yang berasal dari STIKES Muhammadiyah Ciamis sebagai home base IMM, mahasiswa Unigal, serta mahasiswa asal Ciamis yang berkuliah di Tasikmalaya. 

Massa melakukan long march dari Masjid Agung Ciamis menuju lokasi aksi sambil membagikan selebaran kepada masyarakat.

Selebaran tersebut berisi ajakan agar masyarakat lebih kritis dan aware terhadap berbagai isu yang melibatkan institusi negara, termasuk kepolisian.

Kemudian, Kabid HPKP IMM Ciamis, Taofiq Suryadi menjelaskan bahwa gerakan kritis tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk demonstrasi yang berujung dengan kericuhan.

“Kami memilih mimbar bebas dan teatrikal sebagai bentuk kritik sosial. Kritik tidak harus selalu dengan demonstrasi besar. Bisa juga melalui seni, orasi, dan refleksi seperti ini,” ujarnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved