Kamis, 11 Juni 2026

Pemkab Ciamis Pastikan Pasokan BBM Aman Meski Harga Pangan Mulai Bergerak Naik

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Koperasi, UKM

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Jaenal Abidin
JELASKAN PASOKAN BBM - Kabid Perdagangan Dinas KUKMP Ciamis, Asep Misbahudin, memastikan pasokan BBM dan gas di wilayah Ciamis dalam kondisi aman jelang Nataru. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) memperketat pemantauan pasokan energi dan pergerakan harga pangan. 

Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi di tengah meningkatnya aktivitas akhir tahun.

Monitoring dilakukan sejak awal Desember secara bertahap. 

Pada pekan kedua, tim DKUKMP turun langsung ke sejumlah SPBU untuk mengecek distribusi BBM

Pekan berikutnya, giliran SPBE yang menjadi fokus pengawasan.

Baca juga: Pengendara Motor Lawan Arah Alami Kecelakaan Beruntun di Linggasari Ciamis, Satu Orang Terluka

Kabid Perdagangan Dinas KUKMP Ciamis, Asep Misbahudin, memastikan pasokan BBM dan gas di wilayah Ciamis dalam kondisi aman.

“Tidak ada indikasi kelangkaan baik di SPBU maupun SPBE. Stok terpantau stabil,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Namun di sisi lain, harga kebutuhan pokok justru menunjukkan kenaikan pada beberapa komoditas, terutama kelompok bumbu dan bahan pangan segar. 

Cabai rawit, tomat, dan bumbu dapur lainnya mengalami lonjakan harga cukup signifikan. Harga daging ayam pun ikut merangkak naik.

Asep menjelaskan bahwa kenaikan ini lebih dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem yang menghambat produktivitas petani dan memperlambat distribusi barang.

“Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat pasokan dari sektor pertanian dan peternakan menjadi fluktuatif,” jelasnya. 

Ia menegaskan bahwa kebutuhan terpenuhinya bahan baku untuk program nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak memiliki dampak signifikan terhadap kenaikan harga tersebut.

Untuk mengantisipasi gejolak pangan, Asep mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengatur pola belanja serta memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi sebagian kebutuhan harian. 

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Simanis sebagai sumber informasi harga pasar yang diperbarui secara berkala.

“Kami harap masyarakat bisa memantau harga melalui Simanis dan menyesuaikan belanja sesuai kebutuhan,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved