Rabu, 13 Mei 2026

Warga Cibenda Pamarican Ciamis Heboh, Temukan Lubang Misterius Setelah Hujan Deras

Tak ada yang menyangka, tanah di halaman rumah itu tiba-tiba ambles. Diameternya sekitar 1,5 meter, dengan kedalaman mencapai tiga meter. 

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok. Tagana Ciamis/Baehaki Efendi
LUBANG MISTERIUS - Petugas kepolisian dan warga saat meninjau lubang besar misterius di samping rumah milik Ibu Cicih (56) pasca diguyur hujan deras pada Selasa (21/10/2025) sore. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Hujan deras yang mengguyur Dusun Cibenda, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, pada Selasa sore (21/10/2025), meninggalkan sesuatu yang tak biasa bagi warga.

Pasca diguyur hujan deras pada sore harinya, warga dikejutkan dengan munculnya lubang besar di samping rumah milik Ibu Cicih (56).

Tak ada yang menyangka, tanah di halaman rumah itu tiba-tiba ambles. Diameternya sekitar 1,5 meter, dengan kedalaman mencapai tiga meter. 

Saat warga mencoba melihat ke bawah, mereka terperangah, bagian dasar lubang tampak membentuk rongga seperti gua kecil.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Kosan Pabuaran Ciamis Divonis Seumur Hidup, Keluarga Korban Lega

“Awalnya saya kira cuma tanah retak karena hujan. Pas didekati, ternyata sudah jadi lubang besar,” ujar Cicih.

Tak butuh waktu lama, kabar itu menyebar cepat dari mulut ke mulut. 

Suasana sore di Dusun Cibenda yang biasanya tenang mendadak ramai.

Di tengah kepanikan warga, tim Tagana Kabupaten Ciamis bersama aparat Pemerintah Desa Neglasari dan Polsek Pamarican langsung turun ke lokasi. 

Anggota FK Tagana Ciamis, Baehaki Efendi, mengatakan bahwa laporan pertama datang dari Kepala Dusun Cibenda.

“Begitu kami terima laporan, tim langsung ke lokasi untuk memastikan tidak ada korban dan mengamankan area sekitar. Setelah dicek, kami langsung laporkan ke pihak Kecamatan dan BPBD Ciamis,” jelas Baehaki, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, kemunculan lubang itu kemungkinan besar disebabkan oleh gerusan air hujan di bawah tanah, yang menciptakan rongga dan akhirnya membuat permukaan tanah runtuh.

Sebagai langkah darurat, lubang tersebut ditutup sementara dengan papan dan dipasangi tanda bahaya agar tidak ada warga yang mendekat.

“Kami khawatir ada runtuhan susulan, jadi warga diimbau menjaga jarak dulu sampai hasil pemeriksaan dari BPBD keluar,” tambahnya.

Hingga malam hari, warga masih berdatangan, sebagian dengan rasa penasaran, sebagian lagi dengan waspada.(*)


 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved