Selasa, 14 April 2026

DPRD Ciamis Minta Pengawasan Dapur MBG Diperketat, Rencana Pantau Langsung ke Lapangan

Agus mengungkapkan, pihaknya bersama Komisi IV DPRD Ciamis berencana melakukan pemantauan langsung ke lapangan

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini
KERACUNAN MBG - Dimas, siswa kelas 5 SDN 1 Sindangsari, Kawali menuturkan bahwa makanan MBG yang disajikan sudah menunjukkan tanda-tanda tidak layak konsumsi, hingga ia merasakan gejala keracunan. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Menyusul terjadinya insiden keracunan yang menimpa siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis, DPRD meminta agar pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperketat, baik dari sisi kebersihan bahan makanan maupun proses pengolahan.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Ciamis, Agus Priatna, menilai program MBG merupakan program pemerintah yang sangat baik karena membantu pemenuhan gizi anak sekolah. 

Namun, menurutnya, setiap pihak yang terlibat perlu meningkatkan kehati-hatian dalam pelaksanaannya.

“Ini program pemerintah yang sangat baik, tapi dengan adanya kejadian kemarin, pengawasan di dapur atau SPPG harus diperketat. Bahan-bahan yang digunakan harus benar-benar steril,” tegas Agus saat ditemui di Ciamis, Sabtu (4/10/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS - Oven Pemanas Ompreng MBG Meledak di Rancah Ciamis, Ada Pekerja Luka Bakar

Agus mengungkapkan, pihaknya bersama Komisi IV DPRD Ciamis berencana melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan standar pengolahan makanan di setiap dapur MBG sudah sesuai ketentuan.

“Insya Allah kami akan turun langsung, bukan sidak tapi lebih ke pemantauan dan koordinasi. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi dapur, proses kerja, dan sinergi para pengelola SPPG,” ujarnya.

Menurutnya, rencana pemantauan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat, dengan melibatkan beberapa pihak terkait seperti dinas teknis dan perwakilan pengelola dapur MBG.

“Rencananya minggu ini kami akan kumpulkan para kepala dapur, terutama yang sebelumnya sempat mengalami kendala. Tujuannya bukan mencari kesalahan, tapi untuk evaluasi dan pembenahan bersama,” tambahnya.

Agus berharap kejadian keracunan yang terjadi dapat menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Ciamis berjalan lebih baik dan aman.

“Ke depan, kami berharap dapur-dapur tetap steril, pengawasan bahan pangan lebih ketat, dan proses distribusi berjalan lancar tanpa menimbulkan kejadian serupa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus keracunan pasca mengonsumsi MBG sempat terjadi di beberapa sekolah di Kabupaten Ciamis.

Kasus pertama terjadi di SMPN 4 Pamarican pada 29 September 2025, lalu kejadian terulang di SDN 1 Sindangsari, SDN 5 Karangpawitan, dan MI Pogorsari di Kecamatan Kawali pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Agus berharap, kejadian serupa tidak lagi terjadi di mana pun, ia meminta seluruh SPPG memperhatikan hiegenitas makanan. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved