Senin, 11 Mei 2026

Diduga Puding Melon Jadi Penyebab Keracunan Siswa di Kawali Ciamis

Asisten Lapangan Dapur SPPG Yayasan Al Huda, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung, Abdul Yazid, angkat bicara terkait dugaan keracunan makanan

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
DUGAAN KERACUNAN - Asisten Lapangan Dapur SPPG Yayasan Al Huda, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung, Abdul Yazid, angkat bicara terkait dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jumat (3/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Asisten Lapangan Dapur SPPG Yayasan Al Huda, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung, Abdul Yazid, angkat bicara terkait dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jumat (3/10/2025). 

Ia menegaskan, kejadian tersebut tidak disengaja dan pihaknya telah berupaya menjalankan tugas sesuai prosedur.

“Keracunan itu bukan sesuatu yang kami inginkan. Kami memasak seperti biasa dengan penuh tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah. Namun, ada bahan makanan yang terindikasi menyebabkan mual dan muntah,” ujar Yazid di Dapur SPPG Awiluar, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung, Sabtu (4/10/2025).

Pada distribusi Jumat kemarin, dapur Awiluar menyalurkan 3.625 paket makanan untuk 43 sekolah. 

Menu yang disiapkan terdiri dari paket besar dan kecil.

Baca juga: Bupati Ciamis Prihatin, Korban Dugaan Keracunan MBG di Kawali Bertambah Jadi 21 Siswa

Yazid menyebut, dugaan sementara keracunan bukan berasal dari bubur kacang ijo, melainkan dari puding buah varian melon yang disajikan. 

“Ada laporan puding basi. Saya langsung menginformasikan di grup WhatsApp agar sekolah yang sudah menerima lebih waspada dan melakukan pengecekan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hampir semua menu diproduksi langsung di dapur Awiluar, kecuali roti dan keju yang dibeli dari luar. 

“Bubur kacang ijo, puding, hingga santan semua dibuat di sini,” katanya.

Sejauh ini, berdasarkan data yang diterima pihak dapur, ada belasan siswa yang mengalami gejala keracunan

Meski begitu, sebagian di antaranya dikabarkan sudah membaik.

Yazid berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. 

“Mungkin ada konsekuensi yang harus kami terima, tapi mudah-mudahan ada hikmahnya. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.

Menindaklanjuti dugaan keracunan siswa SDN 1 Sindangsari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciamis Lumbung Awiluar. 

Keputusan ini disampaikan melalui surat resmi bernomor 572/D.TWS/10/2025, Jumat (3/10/2025).

Penghentian operasional ini dilakukan sebagai tindakan untuk memastikan keselamatan publik, sekaligus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved