Selasa, 12 Mei 2026

Bupati Ciamis Prihatin, Korban Dugaan Keracunan MBG di Kawali Bertambah Jadi 21 Siswa

Bupati Ciamis Prihatin, Korban Dugaan Keracunan MBG di Kawali Bertambah Jadi 21 Siswa

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
istimewa/screencapture google
PRIHATIN - Bupati Ciamis prihatin, korban dugaan keracunan MBG di Kawali bertambah jadi 21 siswa 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kasus keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Ciamis

Kali ini menimpa siswa di Kecamatan Kawali. Hingga Jumat (3/10/2025) malam pukul 19.00 WIB, jumlah korban tercatat mencapai 21 orang yang mendapat penanganan di Puskesmas Kawali.

Kepala Puskesmas Kawali, dr. Aang Kurniawan, menyebutkan pada awalnya terdapat 10 siswa yang dirawat, namun jumlahnya terus bertambah.

“Awalnya datang 8 siswa, lalu dua orang lagi, jadi ada 10 siswa dari SDN 1 Sindangsari . Kemudian bertambah dua orang, disusul seorang siswa dari SDN 5 Karangpawitan dan seorang siswa MI Pogorsari. Total sore tadi 14 orang, dan malam harinya menjadi 21 orang,” jelasnya, Sabtu (4/10/2025).

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

Ia menilai kasus keracunan makanan di sekolah sudah dua kali terjadi dalam sepekan. 

“Sangat prihatin ya, ini di Ciamis sudah dua kali. Tiga hari lalu di SMPN 4 Pamarican, sekarang di Kawali," ucapnya.

Bupati juga menyoroti kelalaian dalam pengelolaan dapur penyedia MBG yang dianggap ceroboh dan kurang memperhatikan aspek higienitas. 

“Informasi dari anak-anak, makanan yang diberikan tidak seperti biasa. Ada bubur kacang yang berbau dan berlendir. Saya sudah menerima laporan, dapur SPPG di Kawali ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan,” tegasnya.

Herdiat meminta agar seluruh pengelola dapur MBG di Ciamis dan daerah lain meningkatkan standar kebersihan.

“Ini program pemerintah pusat, program Presiden, jadi harus ditangani serius. Jangan sampai hanya mengejar keuntungan sementara kesehatan anak-anak diabaikan,” pungkasnya.

Saat ini, sebagian korban sudah diperbolehkan pulang, sementara beberapa siswa masih dirawat di Puskesmas Kawali.

Pemerintah daerah bersama dinas terkait akan terus memantau kondisi korban sekaligus mengevaluasi dapur penyedia MBG.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved