Senin, 11 Mei 2026

FIFA Series 2026

Beckham Terlambat Masuk Diakui Herdman, Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria

Beckham Putra baru masuk pada menit ke-79 menggantikan Joey Pelupessy, ketika intensitas serangan Indonesia mulai menurun dan tim masih tertinggal.

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
Tribunnews.com
Pesepak bola Timnas Indonesia Beckham Putra memeluk Pelatih John Herdman usai mencetak gol ke gawang Timnas St Kitts and Nevis pasa laga FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ringkasan Berita:
  • Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria meski dominan penguasaan bola di final FIFA Series 2026.
  • Beckham Putra baru masuk menit akhir, permainan tim langsung lebih hidup dan agresif.
  • Minim efektivitas dan perubahan taktik jadi faktor utama kegagalan mencetak gol.

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, JAKARTA - Keterlambatan masuknya Beckham Putra menjadi sorotan usai Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026. Permainan Garuda justru lebih hidup di menit akhir saat Beckham diturunkan.

Banyak yang melihat Timnas Indonesia mengalami kebuntuan menembus pertahanan Timnas Bulgaria pada final FIFA Series 2026.

Beckham baru masuk pada menit ke-79 menggantikan Joey Pelupessy, ketika intensitas serangan Indonesia mulai menurun dan tim masih tertinggal.

Padahal, pada pertandingan sebelumnya, Beckham tampil sebagai pembeda dengan torehan dua gol. Minimnya menit bermain di laga final membuat kontribusinya tak maksimal sejak awal, meski dalam sekitar 10 menit penampilannya, permainan Indonesia justru tampak lebih hidup.

Masuknya Beckham, bersama Dony Tri Pamungkas pada menit ke-73, menghadirkan dinamika baru di lini serang Indonesia. Timnas mulai lebih berani melakukan penetrasi ke kotak penalti dan meningkatkan tempo serangan, sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan saat menghadapi blok pertahanan rapat Bulgaria.

Baca juga: Analisis Timnas Indonesia VS Bulgaria dari Guru Besar FPOK UPI

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3), Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1.

Sejak peluit awal, skuad Garuda tampil dominan dalam penguasaan bola. Tim asuhan John Herdman mengontrol hingga sekitar 65 persen penguasaan bola dan terus mencoba membangun serangan dari kedua sisi sayap.

Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas di sepertiga akhir. Struktur pertahanan Bulgaria yang disiplin membuat Indonesia kesulitan menemukan ruang di area krusial. Aliran bola lebih banyak berputar di lini tengah tanpa mampu dikonversi menjadi peluang bersih.

Perubahan taktik Herdman juga menjadi faktor kekalahan timnas. Setelah sukses menggunakan pendekatan false midfielder di laga sebelumnya, kali ini ia melakukan perjudian dengan mengubah formasi menjadi 3-4-3.

Perubahan ini memang memberikan kontrol lebih dalam fase build-up, tetapi di sisi lain mengurangi fleksibilitas di lini depan. Serangan Indonesia mudah dibaca lawan, sehingga Bulgaria dapat mengantisipasi dengan blok rendah yang rapat dan terorganisir.

Pesepak bola Timnas Indonesia Beckham Putra melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas St Kitts and Nevis pasa laga FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pesepak bola Timnas Indonesia Beckham Putra melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas St Kitts and Nevis pasa laga FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN (Tribunnews.com)

Baca juga: Beckham Menggila di GBK! Brace Kilat Bungkam Kritik, Timnas Indonesia Hajar St Kitts & Nevis 4-0

Kebuntuan tersebut berujung petaka pada menit ke-34. Kevin Diks melakukan pelanggaran terhadap Zdravko Dimitrov di dalam kotak penalti. Wasit Nazmi Nasaruddin sempat melanjutkan pertandingan sebelum akhirnya menunjuk titik putih setelah meninjau VAR.

Marin Petkov yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Emil Audero pada menit ke-38. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap menguasai jalannya laga, tetapi masalah utama belum berubah: kurangnya daya dobrak di lini depan. Pergantian pemain yang dilakukan Herdman di awal babak kedua belum mampu mengubah situasi secara signifikan.

Justru Bulgaria yang sempat mengancam pada menit ke-56, meski upaya mereka masih bisa digagalkan lini belakang Indonesia.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved