Polemik KJA di Pantai Timur Pangandaran, Mantan Kadis Perikanan Provinsi Jawa Barat Angkat Bicara
Polemik terkait keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran terus menjadi perbincangan publik.
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Polemik terkait keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran terus menjadi perbincangan publik.
Meski dianggap sebagai solusi atas menurunnya hasil tangkapan ikan akibat overfishing, pelaksanaan budidaya laut ini dinilai tidak mudah karena memerlukan teknologi tinggi, biaya besar, serta lokasi yang sesuai.
Eks Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat, Darsono, angkat bicara mengenai penolakan sebagian masyarakat terhadap keberadaan KJA yang dirintis Universitas Padjadjaran (Unpad) di wilayah tersebut.
Menurut Eks Kadis Perikanan, Darsono, penolakan itu kemungkinan dipicu oleh trauma kegagalan program serupa milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2017.
Baca juga: Polemik KJA Pangandaran, Satria Kamal Mamay Solihin GP Turut Buka Suara
Saat itu, proyek KJA offshore milik KKP menelan anggaran sekitar Rp 42 miliar dari APBN namun tidak membuahkan hasil yang maksimal.
"Penolakan masyarakat bisa jadi karena kekhawatiran akan kegagalan seperti dulu. Padahal, teknologi budidaya laut saat ini sudah jauh berkembang dan memiliki potensi ekonomi yang besar," ujar Darsono kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Selasa (26/8/2025) pagi.
Ia pun menyoroti kurangnya informasi utuh yang diterima masyarakat terkait manfaat dan dampak teknologi KJA.
Menurutnya, KJA tidak berdampak negatif terhadap aktivitas nelayan, berbeda dengan usaha bagan yang kerap ditolak karena dianggap mengganggu jalur pelayaran dan mengurangi hasil tangkapan.
"Keramba Jaring Apung justru tidak menghambat keluar masuk perahu nelayan dan tidak merusak jalur pelayaran. Secara ekosistem pun lebih ramah," katanya.
Baca juga: Soal Polemik KJA di Pantai Timur Pangandaran, Eks Kadis Perikanan Jabar Sarankan Hal Ini
Ia berharap tokoh-tokoh daerah yang memiliki latar belakang kuat di sektor kelautan dan perikanan, seperti mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bisa mengambil peran aktif dalam menjembatani pemahaman masyarakat terkait potensi KJA.
Sebagai solusi jangka panjang, Darsono mengusulkan penerapan teknologi KJA submersible keramba apung yang dapat tenggelam secara otomatis saat cuaca ekstrem dan kembali naik saat kondisi laut membaik.
"Penerapan teknologi KJA submersible bisa menjadi solusi jangka panjang untuk budidaya ikan laut yang lebih aman dan produktif," ucap Darsono.
Baca juga: Pelaku Usaha Wisata Masih Menolak Keras Pemasangan KJA di Pantai Timur Pangandaran
| Arus Lalin Bandung–Sumedang Macet Teradang Unjuk Rasa May Day 2026 di Depan Unpad Jatinangor |
|
|---|
| Diguyur Hujan, Mahasiswa Unpad Tetap Gelar Aksi May Day di Jatinangor Sumedang |
|
|---|
| Aksi May Day Mahasiswa Unpad Dimulai, 200 Polisi Disiagakan Kawal Jalannya Demonstrasi |
|
|---|
| Mahasiswa Unpad Akan Gelar Aksi May Day Siang Ini, Aparat Sudah Bersiaga Sejak Pagi di Jatinangor |
|
|---|
| Siap-siap Jalur Mandiri Buka Setelah SNBT 2026, Ini Link Daftar PTN di Priangan Timur dan Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/KJA-DI-PANGANDARAN-3-18-Juli-2025.jpg)