Kamis, 23 April 2026

Fenomena Alam

Gerhana Bulan Total September 2025, Ini Jadwal dan Tata Cara Sholat Lengkap Doanya

Gerhana Bulan Total Ada Lagi September 2025, Catat Jawal dan Tata Cara Sholat Lengkap Doanya

Dok: (mars.nasa.gov) via Kompas.com
GERHANA BULAN TOTAL - Gerhana Bulan Total Ada Lagi September 2025, Catat Jawal dan Tata Cara Sholat Lengkap Doanya. Ilustrasi proses terjadinya gerhana bulan total 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Tribuers, fenomena alam Gerhana Bulan Total akan kembali terjadi dalam waktu dekat dalam fase 2025.

Sebuah peristiwa langit langka atau yang sering dikenal sebagai Blood Moon ini, diperkirakan akan terjadi pada tanggal 7–8 September 2025 mendatang.

Kali ini, Blood Moon akan berlangsung selama lebih dari lima jam.

Dengan fase totalitas bayangan gelap Bumi sepenuhnya menutupi sisi Bulan yang menghadap ke Bumi selama 82 menit.

Hal itu akan mengubah warnanya menjadi merah kejinggaan yang menarik. Karena itulah fenomena ini disebut sebagai 'Blood Moon' atau Bulan Darah.

Baca juga: Gerhana Matahari 2 Agustus Jadi Gerhana Terlama, Ternyata Bukan 2025, Ini Penjelasan BMKG

Sebagai catatan, Gerhana Bulan Total hanya terjadi saat Bulan purnama, ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Ketika sejajar sempurna, bagian terdalam dan tergelap dari bayangan Bumi yang disebut umbra akan menutupi permukaan Bulan dan membuat cahayanya memudar menjadi merah gelap.

Gerhana ini sepenuhnya dapat dilihat dari Indonesia, karena semua fase akan terjadi saat Bulan sudah terbit dan berada di langit malam.

Pasalnya secara global, fenomena ini akan terlihat lengkap dari Asia, Australia bagian barat, dan sebagian Eropa serta Afrika.

Wilayah Amerika Utara dan Selatan tidak bisa menyaksikan, karena Bulan sudah terbenam sebelum gerhana dimulai, disebabkan saat gerhana dimulai pada pukul 11:28 siang EDT (15:28 UTC), Bulan sudah menghilang di wilayah tersebut.

Berikut ini relasi waktu selama periode Gerhana Bulan di Indonesia, dikutip dari waktu global (UTC) NASA/Wikipedia diubah ke WIB/WITA/WIT, yang juga dicocokan  dengan data Timeanddate untuk lokasi Indonesia.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Bakal Terjadi Besok, Simak Fase Terjadinya dan Wilayah Indonesia yang Dilewati

- Mulai penumbra (P1)
WIB (UTC+7): 7 Sep 22:28
WITA (UTC+8): 7 Sep 23:28
WIT (UTC+9): 8 Sep 00:28

- Mulai gerhana sebagian (U1)
WIB (UTC+7): 7 Sep 23:27
WITA (UTC+8): 8 Sep 00:27
WIT (UTC+9): 8 Sep 01:27

- Mulai total (U2)
WIB (UTC+7): 8 Sep 00:30
WITA (UTC+8): 8 Sep 01:30
WIT (UTC+9): 8 Sep 02:30

- Puncak gerhana
WIB (UTC+7): 8 Sep 01:11
WITA (UTC+8): 8 Sep 02:11
WIT (UTC+9): 8 Sep 03:11

- Akhir total (U3)
WIB (UTC+7): 8 Sep 01:52
WITA (UTC+8): 8 Sep 02:52
WIT (UTC+9): 8 Sep 03:52

- Akhir gerhana sebagian (U4)
WIB (UTC+7): 8 Sep 02:56
WITA (UTC+8): 8 Sep 03:56
WIT (UTC+9): 8 Sep 04:56

- Akhir penumbra (P4)
WIB (UTC+7): 8 Sep 03:55
WITA (UTC+8): 8 Sep 04:55
WIT (UTC+9): 8 Sep 05:55

Baca juga: VIRAL, Gerhana Matahari Total Disaksikan Warga Amerika, Begini Kondisi Gelap Gulita saat Siang Hari

Bagi anda yang ingin menyaksikan secara offline dapat langsung, melihat langit pada tanggal tersebut dengan mata telanjang maupun alat bantu seperti teropong dan lain sebagainya.

Namun bagi anda yang terlambat maupun yang berada diluar wilayah tampak fenomena bisa menyaksikan langsung di chanel youtube "Virtual Telescope Project" (mulai pukul 17:45 UTC).

Tata Cara Sholat dan Doa Gerhana Bulan Total

Berikut ini terdapat penjelasan lengkap tentang tata cara sholat gerhana bulan (Sholat Khusuf) beserta doa dan dzikir yang dianjurkan:

Sholat gerhana atau khusuf untuk bulan, kusuf untuk matahari hukum asalanya adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak akan mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Maka apabila kalian melihat gerhana, berdoalah kepada Allah, bertakbir, sholat, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari & Muslim).

Baca juga: Jam Berapa Gerhana Matahari Total 8 April 2024, Ini Waktu, Lokasi, dan Link Nontonnya

Sholat ini dilaksanakan ketika gerhana masih berlangsung, dan jika gerhana berakhir, maka sholat dihentikan (walaupun sedang sholat).

Jumlah rakaat: 2 rakaat, namun setiap rakaat memiliki dua kali berdiri (qiyam), dua kali bacaan, dua kali rukuk, dan dua kali sujud.

Rakaat Pertama

  1. Niat sholat gerhana bulan:Ushalli sunnatal khusufi rakataini lillahi ta’ala. "Aku niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala".
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Membaca Al-Fatihah + surat panjang (misalnya Al-Baqarah).
  5. Rukuk lama.
  6. Bangun dari rukuk (i’tidal).
  7. Membaca Al-Fatihah lagi + surat panjang (misalnya Ali Imran).
  8. Rukuk lama (kedua).
  9. Bangun dari rukuk (i’tidal).
  10. Sujud dua kali seperti biasa (panjang).

Rakaat Kedua

  1. Berdiri kembali, membaca Al-Fatihah + surat panjang (misalnya An-Nisa).
  2. Rukuk lama.
  3. Bangun dari rukuk (i’tidal).
  4. Membaca Al-Fatihah lagi + surat panjang (misalnya Al-Maidah).
  5. Rukuk lama (kedua).
  6. Bangun dari rukuk (i’tidal).
  7. Sujud dua kali seperti biasa (panjang).
  8. Tasyahhud akhir.
  9. Salam.

Baca juga: INGAT! Dini Hari Nanti Terjadi Gerhana Bulan Parsial, Berikut Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Dzikir dan Doa yang Dianjurkan saat Gerhana Bulan

Setelah sholat, Rasulullah ﷺ berkhutbah menasihati jamaah agar selalu ingat kepada Allah, dengan cara perbanyak beristighfar, berdzikir, bertakbir, bersedekah, dan berdoa.

Doa pendek yang dianjurkan:

  • Istighfar:

Astaghfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atubu ilaih.

  • Tasbih & Tahmid:

Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar.

  • Doa perlindungan:

Allahumma ajirna minan naar. (Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka).

Baca juga: Berikut 5 Amalan yang Dianjurkan untuk Dikerjakan Saat Terjadi Gerhana Bulan, Salah Satunya Zikir

Selain itu, terdapat amalan lain yang juga dianjurkan, diantaranya:

  1. Mengerjakan sholat secara berjamaah di masjid, tapi boleh juga sendirian.
  2. Sholat dikeraskan bacaannya (karena gerhana bulan terjadi malam hari).
  3. Perbanyak doa, dzikir, sedekah, dan memohon ampunan.
  4. Memanjangkan bacaan dan rukuk-sujud sebagai bentuk kekhusyukan.

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved