Rabu, 6 Mei 2026

9 Kali Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Sejak Semalam Hingga Hari Ini

Sebanyak 9 kali gempa bumi telah terjadi di wilayah Jawa Barat sejak Rabu (20/8/2025) sampai dengan Kamis (21/8/2025) dini hari tadi.

Tayang:
Editor: ferri amiril
istimewa/screencapture google
GEMPA - Sebanyak 9 kali gempa bumi telah terjadi di wilayah Jawa Barat sejak Rabu (20/8/2025) sampai dengan Kamis (21/8/2025) dini hari tadi. 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Sebanyak 9 kali gempa bumi telah terjadi di wilayah Jawa Barat sejak Rabu (20/8/2025) sampai dengan Kamis (21/8/2025) dini hari tadi. Tujuh kali gempa terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi dengan rata-rata Magnitudo 4.9, 2.1, dan 3.9.

Gempa bumi terkini hari ini terjadi di wilayah Purwakarta dengan Magnitudi 2.1 pada pukul 03.03 WIB dini hari tadi. Lalu diikuti gempa bumi terkini di kawasan Pangandaran dengan Magnitudo 2.0. 

Getaran gempa bumi yang terjadi di wilayah Bekasi hampir dirasakan berbagai warga di wilayah Jawa Barat lainnya.

Melihat posisi pusat gempa yang berada di daerah Bekasi berbatasan dengan Karawang, diperkirakan sumber gempa berasal dari Sesar atau Patahan Baribis.

Sesar Baribis adalah salah satu sesar aktif yang juga menjadi sesar utama di wilayah utara Jawa Barat.

Baca juga: Dikira Darah Rendah Kambuh, Warga Sumedang Rasakan Seperti Pusing Saat Gempa

Baca juga: Gempa Tak Beri Kerusakan Terhadap Bendungan Jatiluhur Purwakarta

Nama Baribis diambil dari nama Perbukitan Baribis di daerah Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat.

Sesuai namanya, Sesar Baribis membentang dari Kabupaten Purwakarta sampai perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka dengan panjang sekitar 100 kilometer.

Jalur sesar ini bukan merupakan satu kesatuan, melainkan terbagi ke dalam beberapa segmen yang panjangnya bervariasi.

Sesar Baribis dengan segmen Jakarta berada di samping segmen yang berada di sebelah timur yang dapat disebut sebagai segmen Bekasi-Purwakarta.

Sesar Baribis juga teridentifikasi sebagai jenis sesar naik dengan slip rate 1 mm per tahun.

Sejarah mencatat bahwa Sesar Baribis di bagian timur pernah memicu gempa merusak di Jakarta pada 1780 dan di Kabupaten Majalengka pada 1990.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro, diketahui bahwa Sesar Baribis memiliki ancaman besar, khususnya bagi wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sesar yang Berpotensi Picu Gempa Megathrust

Keberadaan Sesar Baribis kerap menjadi perbincangan karena disebut berpotensi menimbulkan gempa megathrust.

Dikutip dari pemberitaan Kompas TV (26/6/2022), Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, menyampaikan bahwa jalur sesar ini memiliki potensi gempa yang cukup signifikan.

Berdasarkan catatan BMKG, aktivitas gempa kerak dangkal akibat aktivitas Sesar Baribis dengan kekuatan kecil pun dapat memicu kerusakan.

Bahkan gempa kecil dengan magnitudo 4,5 mampu menimbulkan kerusakan karena hiposenternya dangkal sehingga episenternya dekat dengan permukaan.

Gempa Megathrust memiliki spesifikasi berpusat di bidang kontak antarlempeng dengan kedalaman kurang dari 45-50 kilometer, atau dapat diartikan berdasarkan kata penyusunnya.

Mega memiliki arti besar, sedangkan thrust artinya adalah dorongan, yakni gerak sesar naik yang dapat menimbulkan gempa dan tsunami.

Tsunami akibat megathrust disebabkan karena daya dorong dari gempa ini menimbulkan gerakan vertikal besar di dasar laut.

Secara otomatis, gerakan tersebut menyebabkan volume air bergeser dalam jumlah besar lalu bergerak yang menyebabkan tsunami.

Meski begitu, tidak semua gempa megathrust menyebabkan tsunami karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika tsunami terjadi, seperti memiliki kekuatan yang besar, hiposenter yang dangkal, dan gerakan sesar naik.

Selain menyebabkan gempa dan tsunami, megathrust juga bisa menimbulkan longsor bawah permukaan air dari landas kontingen ke laut dalam, yang dapat diidentifikasi dari sampel inti yang diambil dari dasar laut.

Gempa akibat sesar aktif sebenarnya lebih sering terjadi dan menimbulkan kerusakan ketimbang megathrust.

Gempa sesar aktif lebih sering terjadi di daratan, dekat perkotaan, bahkan tempat tinggal.

Namun, megathrust bersumber di laut sehingga gempa ini dapat menyebabkan tsunami.

Di Indonesia, megathrust terdiri atas 13 segmen. Berikut daftarnya:

Barat Sumatra ada 6 segmen.
Selatan Jawa ada 3 segmen.
Selatan Bali hingga Sumba 1 segmen.
Utara Sulawesi 1 segmen.
Laut Maluku 1 segmen.
Utara Papua 1 segmen. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved