Kamis, 14 Mei 2026

Sosok Abah Landoeng, Romusha Terakhir dari Sunda yang Memilih Mengabdi Jadi Guru

Abah Landoeng, Romusha terakhir dari Sunda yang akhirnya memilih mengabdikan diri menjadi guru pendidik

Tayang:
Editor: ferri amiril
istimewa
ABAH LANDOENG - Abah Landoeng, Romusha terakhir dari Sunda yang akhirnya memilih mengabdikan diri menjadi guru pendidik. Abah Landoeng memperlihatkan buku katalog museum Belanda yang memuat kisah dirinya saat menjadi Romusha di Bandung. 

Catatan penting lainnya Abah Landoeng pada tahun 2000 menjadi Duta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kala itu ia cukup terkenal dengan slogan ‘Jujur itu Hebat’. Lainnya, sejak 1966 ia diangkat menjadi anggota TNI AD (Titular) dengan pangkat Sersan Mayor. Aktivitas lainnya, tahun 1961 – 1968 sebagai Direktur Radio AM Balebat di Jl. Sumatra No. 48 Bandung.

Bersepeda Hingga ke Tanah Suci

Satu hal yang cukup menggegerkan bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam, ia pada tahun 2002 tepatnya pada usia 75 tahun, ia nekad mengayuh sepeda ke Tanah Suci. Brkalnya, hanya uang Rp. 1,2 juta, paspor dan beberapa stel pakaian serta makanan. Ia menggen- jot sepeda dari Bandung ke Pulau Suma tera. Lalu, lewat Batam, menyebrang ke Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, India, Pakistan, dan sampai di Arab Saudi pada 2003, dalam tempo 7 bulanan.

Di sana, ia berhaji di Mekah dan Madinah, biayanya dari sumbangan ber- bagai kalangan secara spontan. Penca- paian ini, ada yang menyebutnya dalam seloroh, sebagai salah satu manusia modern terkuat di dunia!

Dan sejak 2001 sampai dengan saat ini menjadi Anggota Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Jawa Barat dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn) Solihin GP, dan Mayjen TNI (Purn) Iwan Sulanjana, dan Pelaksana Sersan Mayor TNI AD (Tituler) Abah Landoeng.

Aktif di Pemulihan Tsunami Aceh

Setelahnya pada 2004 sekaitan bencana tsunami Aceh, Abah Landoeng kembali ke Tanah Rencong membantu pemulihan korban di sana. Kecakapannya dalam hal trauma healing, banyak diman- faatkan untuk menangani para korban tsunami Aceh. Kecakapannya dalam hal trauma healing ini tak pelak diketahui oleh para perwira tentara Amerika Serikat dari kapal induk USS Abraham Lincoln.

Kelanjutannya, Abah Landoeng pernah dibawa secara khusus memakai helikopter dari daratan Aceh menginap untuk mengobati melalui trauma heal- ing bagi para tentara AS korban perang dari Timur Tengah. Yang masih diingat oleh Abah Landoeng, ia diberi kenang- kenangan berupa jaket US Army.

Penghargaan
 1. Surat Penghargaan dari Angkatan Darat KODAM XII/Kalbar No. 222 – P /1966 Pontianak, ditandatangani oleh Brigadir Djenderal TNI Ryacudu, tergabung dalam kesatuan Sukarela wan Guru Dwikora.

 2. Piagam Penghargaan dari Gubernur Provinsi Djawa Barat ‘Mashudi’ pada 17 Agustus 1966 atas jasa-jasa sebagai upaya perintis’ di bidang Pendidikan.

 3. Palang Merah Indonesia Provinsi Nangroe Aceh Darusallam dalam Upaya Penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami di Nangroe Aceh dari 5 Februari s.d 23 Maret 005 seba gai Relawan Dwikora.

 4. Pada Maret 2024 pada usia 99 tahun, menerima tanda Kehormatan Veteran RI dari Menteri Pertahanan RI.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved