Senin, 11 Mei 2026

Kirab Budaya HUT ke 80 Jabar

Kesenian Waruga Bodas dari Ciamis Tampil di Kirab Budaya HUT ke-80 Jabar

Perayaan Hari Jadi ke-80 Jawa Barat diwarnai dengan penampilan seni khas Kabupaten Ciamis, Waruga Bodas.

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Putri Puspita
WARUGA BODAS - Waruga Bodas merupakan karya dari Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, Ciamis, yang diikutsertakan dalam Kirab Budaya HUT ke-80 Jawa Barat, Selasa (19/8/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Perayaan Hari Jadi ke-80 Jawa Barat diwarnai dengan penampilan seni khas Kabupaten Ciamis, Waruga Bodas.

Karya ini menarik perhatian masyarakat karena bentuknya yang unik, yaitu berupa ogoh-ogoh setinggi kurang lebih 2 meter tampil di acara Kirab Budaya ini.

Yanto dari Sanggar Seni Ciamis mengatakan Waruga Bodas merupakan karya dari Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, Ciamis.

“Waruga Bodas terbuat dari samak bodasan atau tikar putih khas Ciamis yang dibuat dari daun pandan. Selain itu, ada juga ornamen dari bambu dan daun jagung kering, semua bahan alami hasil bumi masyarakat,” kata Yanto saat ditemui di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Selasa (19/8/2025).

Yanto mengatakan Waruga Bodas menceritakan kisah perjalanan spiritual seorang tokoh bernama Waruga. 

Ia digambarkan sebagai sosok dengan potensi besar menjadi pahlawan, tetapi harus melewati proses panjang pencarian jati diri, ketahanan hidup, hingga akhirnya mencapai kebajikan.

“Bodas atau putih dalam Waruga Bodas adalah simbol perjalanan menuju kebaikan dan kemurnian hidup. Seni ini bukan sekadar estetika, tapi sarat makna dan filosofi,” tutur Yanto.

Baca juga: Kereta Kencana dan Kuda Diangkut Pakai Truk ke Bandung untuk Ikut Kirab Budaya Hari Jadi ke-80 Jabar

Baca juga: Jadwal Acara dan Rute Iring-iringan Kirab Budaya HUT Jawa Barat ke-80 Hari Ini

Tak hanya menampilkan gerak dan bentuk, Waruga Bodas juga membawa pesan bahwa hasil alam Ciamis, mulai dari tikar pandan, jagung, hingga sayur-mayur, yang menjadi  identitas sekaligus kekuatan daerah. 

Dalam kirab, Waruga Bodas diarak bersama hasil bumi seperti kol, terong, dan jagung.

Keunikan dari Waruga Bodas adalah cara memainkannya, setiap karya Waruga Bodas berbentuk instalasi besar dengan rangka bambu yang dibungkus tikar putih. 

Di dalamnya, seorang pemain masuk dan menggendongnya, sehingga Waruga tampak hidup ketika berjalan.

“Satu Waruga Bodas beratnya sekitar 45 kilogram. Nanti akan dibawa bergantian oleh kami yang kebanyakan petani,” kata Yanto.

Meskipun cuaca Bandung diguyur hujan sejak pagi, tim rombongan pun tetap memboyong Waruga Bodas ke Bandung.

“Kami bawa dua truk, satu  truk bisa memuat lima Waruga. Kami berangkat malam jam tiga, sempat hujan, tapi tetap semangat karena ini pertama kalinya Waruga Bodas tampil di Bandung,” tambahnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved