Jumat, 15 Mei 2026

17 Agustus 2025

10 Teks Pidato Pembina Upacara 17 Agustus 2025, Tema Nasionalisme & Cinta Tanah Air

10 Teks Pidato Pembina Upacara 17 Agustus 2025, Tema Nasionalisme & Cinta Tanah Air

Tayang:
Kolase TribunPriangan.com
NASKAH PIDATO TERBARU - 10 Teks Pidato Pembina Upacara 17 Agustus 2025, Tema Nasionalisme & Cinta Tanah Air. (Dok: Kolase TribunPriangan.com/ AI-Chatgpt/ Lulu Aulia Lisaholith) 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru, serta anak-anakku yang saya banggakan.
Alhamdulillah, pada pagi ini kita dapat berkumpul dalam suasana khidmat untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Anak-anakku,
Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukan hanya warisan tanah dan kekuasaan, tetapi juga warisan budaya yang menjadi jati diri bangsa. Budaya Indonesia—dari bahasa daerah, tarian tradisional, pakaian adat, hingga nilai-nilai gotong royong—adalah harta yang harus kita lestarikan.

Di tengah arus globalisasi, budaya bangsa bisa saja terkikis jika kita tidak menjaganya. Sebagai generasi penerus, kita bisa melestarikan budaya dengan cara sederhana: belajar seni daerah, menghargai bahasa dan adat, serta mempraktikkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita isi kemerdekaan dengan menjaga kekayaan budaya, agar bangsa ini tetap teguh berdiri dan dihormati di mata dunia.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Merdeka!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7. Menghargai Bendera Merah Putih

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru, dan anak-anakku yang saya cintai,
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala karena pagi ini kita dapat melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Anak-anakku,
Bendera Merah Putih bukan sekadar kain berwarna merah dan putih. Ia adalah simbol perjuangan, pengorbanan, dan persatuan bangsa Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian hati dan niat yang tulus.

Banyak pahlawan yang rela mengorbankan nyawa demi menjaga kehormatan bendera ini. Karena itu, tugas kita adalah menghargai dan menghormatinya. Caranya sederhana, seperti mengikuti upacara dengan tertib, mengibarkan bendera sesuai aturan, serta menjaga sikap hormat saat bendera dinaikkan.

Mari kita jaga Bendera Merah Putih, bukan hanya di tiang upacara, tetapi juga di hati kita. Karena selama bendera ini berkibar dengan gagah, kita tahu Indonesia masih berdiri tegak.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Merdeka!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

8. Menjadi Pelajar yang Bermanfaat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru, dan anak-anakku yang saya banggakan,
Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada pagi yang cerah ini kita dapat berkumpul untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Anak-anakku,
Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga demi masa depan bangsa. Kini, perjuangan kita berbeda. Kita tidak lagi mengangkat senjata, tetapi berjuang melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan perbuatan yang bermanfaat.

Menjadi pelajar yang bermanfaat berarti kalian hadir membawa kebaikan bagi lingkungan, membantu teman yang kesulitan, menghormati guru dan orang tua, serta mengamalkan ilmu untuk kebaikan. Ingatlah sabda Nabi Muhammad SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Mari kita isi kemerdekaan ini dengan semangat belajar, disiplin, dan berkontribusi positif. Karena bangsa yang besar dibangun oleh generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga bermanfaat bagi sesama.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Mari kita menjadi pelajar yang bermanfaat dan membanggakan bangsa.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

9. Berdoa untuk Negeri

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru, dan anak-anakku yang saya cintai,
Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena atas rahmat-Nya, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul bersama untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Anak-anakku sekalian,
Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah anugerah Allah SWT yang tak ternilai. Para pahlawan telah berjuang dengan darah dan air mata, dan tugas kita sekarang adalah menjaga negeri ini agar tetap damai, makmur, dan diberkahi. Salah satu cara yang bisa kita lakukan, meski sederhana namun sangat berarti, adalah dengan berdoa untuk negeri.

Berdoalah agar Indonesia selalu dilindungi Allah dari segala bencana, diberi pemimpin yang amanah, rakyat yang rukun, dan generasi muda yang cerdas serta berakhlak mulia. Ingatlah, doa adalah senjata orang beriman, dan doa yang tulus dapat menjadi benteng bagi bangsa kita.

Mari, di setiap sujud kita, di setiap selesai shalat, kita sisipkan doa untuk tanah air tercinta ini. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak hanya bekerja keras, tetapi juga memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Mari kita isi kemerdekaan dengan doa dan usaha yang terbaik untuk negeri tercinta.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

10. Menjaga Persatuan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru, serta anak-anakku yang saya cintai,
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas rahmat-Nya, kita dapat berkumpul pagi ini dalam keadaan sehat untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Anak-anakku,
Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah hasil perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga demi satu tujuan: Indonesia yang bersatu dan merdeka. Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa kita. Tanpa persatuan, mustahil kita bisa merdeka, apalagi membangun negara menjadi maju dan sejahtera.

Di tengah keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama, kita tetap harus menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu. Menjaga persatuan bukan hanya tugas pemimpin, tetapi juga kewajiban kita semua, termasuk para pelajar. Mulailah dari hal kecil: saling menghargai teman, menghindari perpecahan, dan bekerja sama dalam kebaikan.

Mari kita jadikan HUT ke-80 RI ini sebagai momentum memperkuat persatuan, karena hanya bangsa yang bersatu yang mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Mari jaga persatuan demi Indonesia yang damai dan maju.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved