Warga Tolak PBB P2 Naik di Kota Cirebon
Suryapranata Warga Kota Cirebon Kaget Lihat Tagihan PBB Naik 1.000 Persen
Darma Suryapranata (83), tokoh masyarakat Cirebon yang rumahnya di Jalan Raya Siliwangi kaget lihat tagihan PBB naik 1.000 persen
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIREBON - Malam itu, Rabu (13/8/2025), suasana di sebuah rumah makan di Jalan Raya Bypass Kota Cirebon dipenuhi wajah-wajah lelah sekaligus geram.
Puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Pelangi Cirebon kembali berkumpul untuk menyuarakan tuntutan yang sama sejak awal tahun, batalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 1.000 persen.
Salah satu di antara mereka adalah Darma Suryapranata (83), tokoh masyarakat Cirebon yang rumahnya di Jalan Raya Siliwangi juga terkena imbas kebijakan ini.
Ia mengaku terkejut saat mengetahui besarnya tagihan PBB yang harus dibayar.
“Awalnya saya tidak tahu soal kenaikan ini. Saya diundang ke Balai Kota, lalu saya cari tahu berapa kenaikannya."
*Waktu lihat tagihannya, saya kaget, masa Rp 65 juta pada tahun 2024."
"Padahal di tahun 2023 hanya Rp6,3 juta. Kenaikannya itu kan 1.000 persen,” ujar Surya, Rabu (13/8/2025).
Baca juga: Bupati Ciamis Soroti Rendahnya PAD, Dorong Optimalisasi Digitalisasi dan Pajak Daerah
Menurutnya, kebijakan tersebut datang di saat yang salah.
“Masalahnya, ekonomi di kita sedang tidak bagus setelah pandemi Covid-19."
"Jadi ini jadi beban, tapi pemerintah mengklaim ekonomi sudah tumbuh."
"Padahal nyatanya ekonomi kita lebih tidak bagus,” ucapnya.
Surya yang dianggap sesepuh di komunitas Tionghoa maupun lintas agama di Cirebon mengaku kerap menjadi tempat curhat warga yang bernasib sama.
“Kenaikan PBB ini gak hanya memberatkan saya, rakyat semua juga keberatan."
"Kalau ada apa-apa, masyarakat ngeluhnya datang ke saya,” jelas dia.
| Bobotoh Membeludak di Jalan Sulanjana Dago Hingga Pasupati, Teriakan Juara Menggema |
|
|---|
| Adam Alis: Laga Emosional Lawan Persija Berhasil, Tinggal Tatap 2 Laga Lagi |
|
|---|
| Polisi Selidiki Kebakaran Pabrik Pembuatan Gantungan Baju di Tasikmalaya |
|
|---|
| Mahasiswa ITB Hilang Saat Turun dari Gunung Puntang, Tim SAR Masih Mencari |
|
|---|
| Konvoi Bobotoh Tasikmalaya Tak Bisa Lewat ke Pusat Kota, Petugas Gabungan Arahkan ke Jalan Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Darma-Suryapranata.jpg)