Naskah Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat 1 Agustus 2025: Dampak Buruk Perbuatan Maksiat di Kehidupan
Berikut Naskah Khutbah Jumat 1 Agustus 2025: Dampak Buruk Perbuatan Maksiat di Kehidupan
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, dalam Islam sendiri, perbuatan maksiat (dosa) memiliki dampak negatif yang luas, baik di dunia maupun di akhirat.
Maksiat dapat merusak hati, menghalangi rezeki, mendatangkan kesulitan, dan bahkan mengarah pada siksa neraka.
Selain itu, maksiat juga dapat mempengaruhi hubungan sosial dan keberkahan hidup seseorang.
Berbicara perihal Jumat hari ini, tepatnya di hari Jumat tanggal 1 Agustus 2025, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Khusus untuk khutbah pada Jumat hari ini, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah TribunPriangan.com lansir dari NU Online untuk tanggal 1 Agustus 2025 bertemakan "Dampak Buruk Perbuatan Maksiat di Kehidupan".
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 1 Agustus 2025: Tiap Muslim Wajib Mengimani Adanya Siksa Kubur
Khutbah 1
اَلْحَـمْدُ للهِ الذِي مَنَّ عَلَى من شاءَ مِن عبادهِ بهدايَـتِهم للايمانِ – وكَرَّهَ اليهم الكفرَ والفسوقَ والعصيانِ - واشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له، تَفَرَّدَ بالكمالِ والجلالِ والعظمةِ والسُلطانِ – وأشهد ان سيدَنا محمدا عبدُه ورسولُه المبعوثُ الى كافةِ الانسِ والجانِ – فبلَّغَ رسالةَ رَبِّهِ وبَيَّنَ غايةَ البيانِ – اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه الذين جاهدوا في الله حقَّ جهادِه حتى نشروا العدلَ والامنَ والايمانَ
( اما بعد ) ايها المسلمون ! اتقوا الله تعالى واحذروا المعاصي فإن لها أثرا سيئا على العاصي وعلى المكان والسكان
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 1 Agustus 2025: Surga Bagimu yang Menahan Amarah
Hadirin rahimakumullah
Marilah kita selalu meningkatkan kadar ketakwaan kita kepada Allah swt dengan menjalankan perintah-perintah Allah swt dan menjauhi larangan-larangan-Nya, karena tidak ada cara lain yang dapat membuat hidup kita bahagia di dunia maupun di akhirat kecuali dengan takwa.
Secara sederhana Ulama mendefinisikan takwa dengan menjalankan perintah-perintah Allah swt dan menjauhi larangan-larangan-Nya, dengan demikian status muttaqin (orang yang bertakwa) tidak hanya sebatas jika seseorang telah menjalankan perintah-perinta Allah swt saja, tetapi ia harus pula meninggalkan larangan-larangan Allah swt.
Dalam kehidupan sehari-hari menjalankan perintah-perintah Allah swt itu kita wujudkan dalam bentuk perbuatan-perbuatan taat atau ibadah kepada Allah swt sedang menjauhi larangan-larangan Allah swt itu kita wujudkan dengan menjauhi maksiat kepada Allah swt.
Bila kita bertanya, mana yang lebih berat untuk dilaksanakan apakah melaksanakan ketaatan (ibadah) ataukah meninggalkan larangan (maksiat), maka imam al-Ghazali (Bidayah al-Hidayah) menjawab sebagai berikut:
اعلم ان للدين شَطْرين احدُهما تركُ المناهى والآخرُ فعلُ الطاعاتِ، وتركُ المناهى هو الاشدُّ فان الطاعاتِ يقدِرُ عليها كلُّ احدٍ وتركُ الشهواتِ لايقدِرُ عليه الا الصِدِّقُوْنَ
Naskah Khutbah Jumat
khutbah Jumat
Salat Jumat
Dampak Buruk Perbuatan Maksiat di Kehidupan
Sayyidul Ayyam
Teks Khutbah Jumat
| Naskah Khutbah Jumat 1 Agustus 2025: Surga Bagimu yang Menahan Amarah |
|
|---|
| Naskah Singkat Khutbah Jumat 1 Agustus 2025: Bangun Keluarga Ideal dan Harmonis dalam Islam |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 1 Agustus 2025 Bahasa Sunda: Ngaraksa Sholat sareng Ngama’murkeun Masjid |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 1 Agustus 2025: Akhlak Mulia Muslim dengan Menutupi Aib Saudaranya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/salat-jumat-di-masjid-al-jabbar-gani-1.jpg)